Perangkat MCB Listrik dan Cara Kerjanya

Dulu, setiap rumah yang terkoneksi dengan listrik memiliki alat yang disebut kabel sekring untuk mencegah masalah kelebihan arus. Namun kini, sudah banyak rumah dan gedung yang beralih ke perangkat yang bernama Miniature Circuit Breaker atau MCB listrik.

Dulu, kabel sekring dinilai ampuh mencegah bahaya kebakaran yang bisa diakibatkan oleh arus pendek atau kelebihan arus. Caranya sederhana, yaitu arus yang berlebihan akan otomatis ‘meledakkan’ kabel sekring dengan memanaskan dan melelehkannya.

Dengan terputusnya kabel sekring, rangkaian listrik lainnya akan tetap aman. Namun kekurangannya, sekali putus, kabel sekring tidak dapat digunakan lagi.

MCB memiliki fungsi yang sama dengan kabel sekring, tapi perangkat ini memiliki lebih banyak keunggulan. Kali ini, kita akan membahas tentang apa itu MCB, fungsi, cara kerja, dan cara membaca kodenya.

Apa Itu MCB Listrik?

Jadi, apa yang dimaksud dengan MCB? Miniature Circuit Breaker atau MCB listrik adalah perangkat elektromagnetik yang dapat mencegah bahaya karena kelebihan arus.

MCB secara umum lebih mudah digunakan karena menawarkan tombol on dan off untuk isolasi rangkaian. Karena konduktor MCB terisolasi dalam sebuah bagian perangkat yang terbuat dari plastik (box MCB listrik), penggunaan alat ini menjadi lebih aman dan mudah.

Meskipun demikian, cara pasang MCB listrik juga tidak boleh asal-asalan. Percayakan pemasangan pada ahli yang benar-benar memahami perangkat ini.

Ada 3 karakteristik dari MCB listrik yang perlu Anda ketahui, diantaranya sebagai berikut:

Overload Current RatingAmperes (A)

Kelebihan beban arus atau overload current rating terjadi jika Anda menyalakan banyak perangkat pada satu rangkaian. Setiap rumah memiliki batasan arus yang sudah ditentukan, misalnya 900 W, 1300 W, dan sebagainya.

Dengan demikian, perlu MCB listrik 900 Watt atau MCB listrik 1300 watt sesuai kebutuhan. Harga harga MCB listrik 1300 Watt tentu berbeda dengan versi 900 Watt.

Bila pada suatu waktu beberapa alat elektronik menyala sekaligus, maka kelebihan beban ini bisa terjadi. Misalnya saat Anda menyalakan mesin cuci, kompor listrik, oven listrik, chopper, blender, dan vacuum cleaner di saat yang sama. MCB akan memutus daya agar rangkaian kabel atau terminal tidak terbakar karena panas berlebih.

Short Circuit Rating – Kilo Amperes (kA)

Hubungan arus pendek (short circuit rating) atau korsleting terjadi karena adanya hubungan langsung antara konduktor negatif dengan positif. Hubungan langsung ini dapat terjadi karena penyebab berikut ini:

  • Instalasi listrik kurang baik
  • Kabel-kabel sudah terlalu tua dan rusak, sehingga ada bagian-bagian yang terbuka
  • Colokan listrik menumpuk
  • Alat listrik terkena air (atau cairan penghantar lain), misalnya pada kondisi banjir atau atap bocor.

Pada kasus hubungan pendek ini, arus listrik bisa meningkat ribuan kali dalam waktu yang sangat singkat. Ini akan memicu terjadinya kebakaran. MCB memutus daya saat terjadi korsleting, sebelum terjadi kebakaran.

Tripping Curve

Tripping curve atau tripping level berkaitan dengan lonjakan intensitas arus yang diterima oleh rangkaian. Ini biasanya terjadi pada mesin-mesin besar yang membutuhkan arus yang lebih tinggi daripada arus normal setelah mesin mulai beroperasi.

Umumnya, tanpa MCB, tripping curve akan menyebabkan listrik mengalami gangguan. Namun dengan perlindungan MCB. lonjakan arus karena hal ini tidak akan bermasalah.

Fungsi Miniature Circuit Breaker (MCB) Listrik

Setelah membaca pengertian dan karakteristik dari MCB listrik, kita dapat menyimpulkan bahwa fungsi MCB adalah sebagai berikut:

  • Membatasi penggunaan listrik
  • Memutus daya listrik saat terjadi gangguan, sehingga tidak terjadi kebakaran
  • Memastikan arus listrik ke rangkaian tetap aman.

Cara Kerja Miniature Circuit Breaker (MCB) Listrik

Untuk memahami cara kerjanya, Anda perlu mengetahui bagian-bagian MCB listrik berikut ini:

kepanjangan MCB

Keterangan gambar:

  1. Latch
  2. Solenoida
  3. Switch
  4. Plunger
  5. Incoming Terminal
  6. Arc Chutes Holder
  7. Arc Chutes
  8. Dynamic Contact
  9. Fixed Contact
  10. Din Rail Holder
  11. Outgoing Terminal
  12. Bi-metallic Strip Carrier
  13. Bi-metallic Strip

Sesuai fungsinya, cara kerja MCB pun tergantung masalah apa yang sedang terjadi pada aliran listrik dalam rangkaian. Berikut adalah cara MCB mengatasi masing-masing masalah dalam arus listrik:

Kelebihan Beban Arus

Untuk melindungi masalah kelebihan arus, MCB menyediakan Bi-metallic strip (nomor 13). Ketika arus yang melebihi kuota seharusnya secara perlahan terjadi terus menerus, maka MCB akan mengidentifikasi masalah ini sebagai cikal bakal kelebihan beban arus.

Setelah mengidentifikasi masalahnya, Bi-metallic strip akan terpanaskan oleh muatan listrik, lalu menekuk. Jika strip tersebut tertekuk, maka kait mekanis akan otomatis lepas. Proses inilah yang akan mengamankan bangunan dengan cara memutus rangkaian.

Hubungan Arus Pendek

Kenaikan arus listrik yang tiba-tiba karena adanya hubungan arus pendek memiliki bahaya yang lebih besar daripada gangguan listrik lainnya.

Saat kenaikan arus listrik ini memicu adanya perpindahan elektro-mekanis Plunger (bagian no 4) dari koil ke solenoida (bagian 2). Plunger membentur tuas trip yang membuat Latch (1) terbuka sehingga rangkaian akan putus.

Cara Membaca Kode MCB Listrik

Kode MCB listrik berkaitan dengan tulisan-tulisan yang ada di depan perangkat tersebut. Meskipun tiap merk MCB memiliki kode yang mungkin berbeda, secara umum ada beberapa hal yang tertera pada bagian depan.

Perhatikan contoh gambar MCB listrik Schneider berikut ini:

MCB listrik adalah

Keterangan gambar:

Kode C60N yang tertera menunjukkan bahwa kapasitas MCB untuk mengalirkan arus listrik adalah 60A.
Range tegangan yang tertera adalah 125 V – 240 V.
Pada beberapa merk MCB lainnya, mungkin Anda akan menemukan kode yang menjelaskan Kelas Energi (berupa angka 1, 2, dan 3) dan Kapasitas Breaking (misal 6000A).

Jenis-Jenis MCB Listrik

Tahukah Anda, apa saja macam-macam MCB? Berdasarkan kurva kemungkinan lonjakan listrik, ada 3 jenis MCB listrik, meliputi:

Tipe B

Tipe MCB dengan kapasitas paling kecil, yang biasanya diletakkan dalam bangunan untuk rumah tangga biasa. MCB ini biasanya tidak perlu menangani arus listrik untuk mesin-mesin besar.

Pada tipe B ini, kelebihan arus yang diijinkan hanya sekitar 3 hingga 5 kali beban penuh. Dengan demikian, MCB 6a (ampere) pada Tipe B hanya boleh menerima kelebihan arus sekitar 18a hingga 30a, tergantung durasinya. Biasanya lamanya hanya sekitar 8 hingga 10 detik.

Tipe C

Sedikit di atas Tipe B, Tipe C mengijinkan kelebihan arus beban hingga 5 sampai 10 kali. Para pengguna industri kecil, cafe, maupun restoran biasanya menggunakan MCB tipe ini.

Hal ini penting, karena lingkungan tersebut biasanya sudah menggunakan alat-alat yang beresiko membutuhkan arus besar. Misalnya lampu fluoresen, server, PC, printer, transformator, dan alat-alat lain yang butuh kapasitas lebih besar.

Tipe D

Tipe D biasanya dimanfaatkan untuk industri berkapasitas besar, misalnya pabrik-pabrik atau rumah sakit. Biasanya tempat-tempat tersebut membutuhkan motor mesin yang cukup besar, sinar-X, kompresor, dan perangkat lain yang memiliki potensi lonjakan besar.

MCB tipe ini mengijinkan kelebihan arus hingga 10 atau 20 kali lipat.

Perhatikan gambar kurva berikut ini untuk memahami masing-masing tipe MCB.

MCB PLN

Apabila sudah lebih dari muatan yang diijinkan, maka mungkin Anda akan mengalami MCB listrik turun terus, atau istilah lainnya jeglek (tripping).

Perhatikan, jangan sampai MCB listrik sering jeglek, karena itu tandanya ada yang salah dengan instalasi listrik Anda. Terlalu sering jeglek juga akan membuat MCB listrik rusak atau MCB listrik mati.

Mengetahui apa itu MCB listrik dan cara kerjanya akan membantu Anda memahami pentingnya alat ini. Selain itu, Anda juga bisa menentukan mana MCB listrik terbaik yang akan dibutuhkan oleh masing-masing jenis gedung Anda.

Jadi, manakah perangkat MCB yang saat ini sedang Anda butuhkan?

Leave a Comment