Jenis-jenis Konstruksi Jembatan dan Bagian-bagian Srukturnya

Konstruksi jembatan adalah suatu jenis bangunan yang sangat penting karena bisa menghubungkan dua daerah yang dipisahkan oleh jurang atau sungai. Karena peranannya yang besar, jembatan ini harus dibangun dengan konstruksi yang tepat agar mampu menahan beban yang lebih berat.

Terjadinya kesalahan konstruksi bisa menyebabkan kecelakan fatal dan bisa membahayakan orang yang melintas di atas jembatan. Wilayah yang biasanya dihubungkan oleh jembatan sangat bervariasi, model jembatan pun perlu disesuaikan dengan kondisi area tempat jembatan akan dibangun.

Pengertian Konstruksi Jembatan

teknologi konstruksi jembatan

Secara umum, konstruksi jembatan adalah suatu konstruksi tertentu yang diciptakan untuk digunakan sebagai suatu alat penyeberangan dan biasanya menghubungkan beberapa wilayah yang terpisah. Kehadiran jembatan bisa menyatukan wilayah yang terpisah dengan lebih mudah.

Jenis konstruksi bangunan yang satu ini sudah dikenal sejak masa kekaisaran Romawi. Awalnya, jembatan mempunyai bentuk bangunan yang sangat sederhana dan tidak dibangun dengan bantuan teknologi. Bahan pembangunannya adalah kayu yang kuat dan panjang.

Berbagai contoh konstruksi jembatan sederhana dari kekaisaran Romawi yang saat ini masih banyak dijumpai adalah jembatan batu bata dan jembatan gerbang dengan bentuknya yang melengkung.

Fungsi Jembatan

Saat ini, teknologi sudah semakin berkembang dan mulai banyak digunakan dalam dunia konstruksi, termasuk untuk proyek konstruksi jembatan. Dengan semakin berkembangnya teknologi konstruksi, fungsi jembatan pun ikut berkembang. Berikut beberapa fungsi jembatan:

  • Menghubungkan dua jalan yang dipisahkan oleh jurang atau sungai atau rintangan yang lainnya.
  • Sebagai suatu alat bantu yang memudahkan pengguna jalan untuk melewati rintangan dengan cara melewati jembatan.
  • Sebagai alat penyeberangan yang memudahkan pengguna jalan untuk mengakses wilayah lain dengan lebih mudah dan cepat.

Jenis-Jenis Konstruksi Jembatan

bagian konstruksi jembatan

Agar bisa memenuhi kebutuhan wilayah dan kondisi yang akan dihubungkan, pembuatan jembatan dibuat dengan menggunakan berbagai jenis konstruksi yang berbeda. Hal ini bertujuan agar kekuatan jembatan bisa lebih maksimal dan mencegah terjadinya kecelakaan seperti jembatan ambruk. Beberapa jenis konstruksi untuk jembatan adalah:

1. Beam Bridge

Jenis yang pertama adalah konstruksi jembatan beton. Jenis ini banyak digunakan di berbagai daerah, terutama di daerah yang terpisah oleh sungai. Tampilannya menunjukkan bahwa konstruksi tersebut mempunyai pegangan dan tiang penyangga yang terbuat dari bahan utama berupa beton.

Tapi beton bukanlah satu-satunya bahan yang sering digunakan untuk membuat jenis jembatan yang satu ini. Ada juga jembatan beam bridge yang dibuat dengan menggunakan baja sebagai tiang tancap. Beam bridge biasanya menghubungkan dua wilayah yang jaraknya tidak terlalu jauh, antara 5 sampai 10 meter saja.

2. Truss Bridge

Tampilan jembatan yang satu ini sangat estetik dan unik. Tidak perlu menggunakan tiang penyangga yang berfungsi untuk menopang konstruksi jembatan besi dan beban berat yang berada di atasnya. Meskipun begitu, jembatan ini menggunakan kerangka berbentuk segitiga.

Kerangka tersebut membuat kekuatan truss bridge bisa diandalkan. Beban berat yang berada di atas jembatan tidak akan anjlok berkat kerangka yang posisinya mirip bentuk segitiga. Kerangka yang digunakan juga terbuat dari bahan yang sangat kuat.

Jenis jembatan yang satu ini bisa digunakan untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah jauh, yaitu antara 50 hingga 100 meter.

3. Arch Bridge

Arch bridge Juga dikenal dengan nama jembatan lengkung. Jenis yang ketiga ini adalah satu-satunya jembatan peninggalan konstruksi kekaisaran Romawi. Penyangga utamanya mempunyai bentuk yang melengkung serta terhubung dengan area lain yang berada di seberangnya.

Di bagian atas jembatan terdapat tiang vertikal yang bisa menopang jembatan sehingga jembatan bisa digunakan sebagai mobilitas. Jembatan ini mempunyai kekuatan yang sangat baik dan bisa digunakan untuk menghubungkan dua wilayah yang jaraknya terpisah antara 100 hingga 300 meter.

4. Suspension Bridge

Suspension bridge juga dikenal dengan nama konstruksi jembatan gantung. Prosedur pembuatannya adalah dengan menggantungkan jembatan tersebut. Dibutuhkan media tambahan untuk menggantung kabel, media tersebut bisa berbentuk tiang untuk menyangga kabel.

Tiang akan dibuat sangat tinggi sehingga kabel penggantung jembatan bisa bekerja dengan lebih baik dan kuat. Bobot jembatan pun akan ditopang oleh kabel dan bukan ditopang oleh tiang penyangga. Struktur ini membuat jembatan gantung menjadi jembatan yang paling kuat.

Bahkan sebuah jembatan gantung bisa menghubungkan dua wilayah yang terpisah sangat jauh, hingga 1400 meter. Contoh jembatan gantung adalah jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Komponen Konstruksi Jembatan

Ada 3 komponen yang harus ada di setiap jembatan. Ketiga komponen tersebut adalah:

  1. Bearing yaitu bantalan yang fungsinya adalah mengurangi terjadinya gesekan pada benda bergerak, baik yang bergerak secara rotasi maupun secara linear.
  2. Expansion joint yaitu sambungan yang fleksibel sehingga sambungan bisa mendapatkan tempat yang bisa digunakan untuk bergerak.
  3. Span yaitu bentangan yang terbuat dari berbagai bahan pembuatan, seperti kayu, beton, baja, dan yang lainnya, tergantung pada jenis beban yang akan diterima oleh jembatan.

Selain ketiga komponen di atas, ada dua bagian konstruksi jembatan yang perlu ada di setiap jembatan.

Struktur Konstruksi Jembatan

Konstruksi Jembatan besi

Proses pembangunan jembatan perlu diawali dengan pembuatan sketsa atau gambar yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi konstruksi jembatan. Setelah itu, ada tahapan konstruksi yang perlu dilakukan secara sistematis. Tahapan konstruksi tersebut adalah:

Struktur Atas Jembatan (Super Structures)

Bagian atas jembatan adalah struktur yang berhubungan langsung dengan beban penyeberangan jembatan. Agar peran ini bisa didukung sepenuhnya, beberapa struktur konstruksi ini harus dipenuhi:

  1. Trotoar merupakan bagian yang berada di setiap sisi jalan dan bisa digunakan oleh para pejalan kaki untuk menyeberangi jembatan.
  2. Slab kendaraan merupakan bagian yang menahan beban dan dijadikan sebagai tempat untuk melajunya kendaraan.
  3. Girder yaitu bagian di atas jembatan yang mempunyai posisi tegak lurus maupun melintang.
  4. Balok diafragma untuk membuat girder menjadi lebih kaku sehingga tidak akan terpengaruh oleh gaya beban dengan posisinya yang melintang.
  5. Sendi berada di bagian bawah jembatan dan berfungsi untuk menumpu beban yang ada di jembatan.
  6. Tumpuan yang berupa karet dan mempunyai fungsi untuk meredam benturan yang ada di jembatan sehingga tidak akan mudah rusak atau hancur.

Struktur Bawah Jembatan (Sub Structures)

Merupakan bagian penyangga jembatan atau tumpuan utama pada jembatan. Bagian yang satu ini juga mempunyai beberapa struktur yang perlu dibuat dengan mengikuti K3 konstruksi, yaitu:

  1. Pangkal jembatan yang fungsinya adalah sebagai suatu dinding penahan yang ada di tanah.
  2. Pilar yang berada di bagian tengah jembatan dan bisa menyebarkan beban ke semua pondasi jembatan.
  3. Drainase yang berguna untuk membuat air hujan mengalir ke bagian luar area jembatan sehingga air tidak akan menggenang maupun merusak struktur jembatan.
  4. Pondasi merupakan bagian yang akan meneruskan beban dari jembatan ke bagian dasar tanah.

Sekilas konstruksi jembatan memang tampak biasa-biasa saja. Tapi sebenarnya di bagian dalamnya ada konstruksi rumit yang perlu dibangun dengan lebih teliti. Perlu dilakukan survei lokasi untuk mendapatkan ukuran jarak yang pasti dan untuk mencari tahu seberapa kuat tanah yang akan menyangga jembatan tersebut.

Leave a Comment