Perencanaan dan Permasalahan Sistem Drainase di Perumahan

Drainase berarti suatu sistem pengairan. Kata ini sering kali kita temui dan dengarkan, bahkan semakin populer saat negara ini memasuki musim hujan. Apa itu sistem pengairan? Di sekolah, sistem ini diajarkan pada para siswa tapi hanya dipelajari dasar-dasarnya saja.

Sistem pengairan yang satu ini juga dikenal dengan nama sistem pengatusan. Apa sebenarnya sistem pengairan ini? Tujuan apa saja yang bisa diraih dengan digunakannya sistem pengairan ini? Apa saja fungsi saluran drainase? Dapatkan semua jawabannya di bawah ini.

Pengertian Drainase

Drainase adalah suatu saluran khusus yang digunakan untuk membuang massa air. Sistem ini bisa tercipta secara alami atau bisa juga dibuat oleh manusia. Saluran pembuangan air ini bisa berada di sub-permukaan maupun di permukaan tanah.

Saluran pembuangan ini seringkali digunakan untuk menguras air, mengalihkan aliran air, hingga membuang air yang ada. Sistem ini sebenarnya mirip dengan sistem pengairan lain yaitu sistem irigasi. Kedua sistem tersebut adalah elemen yang sangat penting dalam berbagai proyek.

Kedua sistem pengairan tersebut sangat dibutuhkan dalam proyek konstruksi, pertanian, dan tata ruang. Gunanya adalah untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan oleh air seperti banjir.

Tujuan Pembuatan Drainase

drainase buatan

Tujuan utama saluran pembuangan ini berkaitan erat dengan sejarah drainase. Sistem ini mulai dikenal sejak Zaman Perunggu dan sudah digunakan di Harappa serta Mohenjo-daro untuk mengarahkan air limbah ke suatu saluran pembuangan yang ada di jalan-jalan raya utama.

Saat ini, tujuan utama dari saluran pembuangan ini adalah untuk mengurangi serta membuang adanya kelebihan air yang ada di suatu kawasan sehingga lahan yang ada disana bisa difungsikan dengan lebih optimal dan dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya yang semula. Tujuan lain adalah:

  • Untuk mengendalikan terjadinya proses erosi tanah dan berbagai kerusakan yang bisa terjadi di bangunan dan jalanan yang ada di sekitar tanah tersebut.
  • Mencegah bencana alam yang diakibatkan oleh air seperti misalnya banjir dan tanah longsor.
  • Meminimalisir dampak negatif yang berasal dari aliran limpasan sehingga air sungai bisa mempunyai kualitas yang jauh lebih baik.
  • Mengurangi genangan sehingga sarang nyamuk pun bisa berkurang dan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk juga bisa diminimalisir.

Dari penjelasan tentang tujuan saluran pembuangan tersebut, bisa disimpulkan bahwa perencanaan drainase yang baik sangatlah penting karena bisa mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yang ada disekitarnya.

Funsi Sistem Drainase

Sistem pengairan atau saluran pembuangan air mempunyai fungsi atau kegunaan yang beragam. Semuanya bisa mempengaruhi kehidupan, kesejahteraan, kehidupan, bahkan keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar saluran tersebut. Fungsi saluran pembuangan adalah:

  • Membantu mengeringkan suatu daerah yang tergenang banjir atau air sehingga akumulasi air tidak akan terjadi lagi di tanah.
  • Mengendalikan jumlah air hujan yang berlebihan. Dengan begitu, bencana alam banjir pun bisa dicegah dan masyarakat bisa hidup dengan lebih tenang.
  • Mengendalikan terjadinya erosi tanah, salah satu hal yang bisa mengakibatkan kerusakan terhadap konstruksi bangunan dan jalan.
  • Membantu membuat permukaan air tanah tetap berada di tingkatan yang ideal.

Kehadiran drainase sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi yang tinggal di daerah tertentu yang curah hujannya lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Dengan sistem pembuangan air yang berfungsi dengan baik, kehidupan masyarakat pun akan menjadi lebih baik juga.

Jenis Drainase

drainase adalah

Setidaknya ada 4 jenis saluran pembuangan air yang perlu Anda ketahui dan pahami. Tapi selain keempat jenis tersebut, masih ada jenis lain yang sebaiknya juga Anda pahami. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa jenis saluran pembuangan air yang penting untuk dipelajari.

1. Drainase alami

Jenis yang pertama adalah yang terbentuk secara alami dan tidak didukung oleh beberapa bangunan tertentu. Saluran alami ini terbentuk dari waktu ke waktu dan tercipta dari gerusan air yang membentuk suatu saluran air yang bersifat permanen dan tampak seperti sungai.

2. Drainase buatan

Merupakan kebalikan dari jenis yang pertama, yaitu saluran pembuangan air yang dibuat oleh manusia dengan suatu tujuan tertentu. Diperlukan pembangunan khusus untuk menciptakan saluran pembuangan yang satu ini, seperti misalnya pipa, beton, atau batu untuk membangun selokan.

3. Drainase permukaan tanah

Saluran pembuangan air yang satu ini berada di bagian atas dari permukaan tanah. Tujuan adanya saluran ini adalah untuk membuat curah hujan mengalir diatas permukaan suatu kawasan tertentu. Digunakan suatu analisa open channel flow untuk menilai saluran pembuangan air yang satu ini.

4. Drainase bawah tanah

Dari namanya Anda pasti sudah bisa menebak bahwa saluran pembuangan yang satu ini bersifat seperti basement, yaitu berada di bawah tanah. Pembangunannya dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu tampilan yang artistik sehingga tatanan bangunan bisa tampak lebih rapi.

5. Drainase single purpose

Jenis saluran yang berikutnya mempunyai satu fungsi utama, yaitu mengalirkan air di saluran pembuangan. Hanya satu jenis air yang akan dialirkan melalui jenis saluran yang satu ini, misalnya drainase perkotaan yang hanya membuang air limbah saja atau air hujan saja.

6. Drainase multi purpose

Adalah kebalikan dari jenis sebelumnya. Saluran pembuangan yang satu ini bisa digunakan untuk membuang banyak jenis aliran air. Contoh penggunaannya adalah drainase jalan untuk membuang air hujan sekaligus dengan air limbah rumah tangga.

Pentingnya Sistem Drainase di Perumahan

Saluran pembuangan sangat dibutuhkan di berbagai kawasan, tapi terutama di kawasan padat penduduk seperti perumahan. Sistem ini bisa digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan. Contoh drainase adalah pembuangan vertikal bisa mengalirkan air hujan dari bagian atas rumah ke bawah.

Dengan begitu, saluran pembuangan air ini bisa membantu mengurangi bencana banjir, mengatasi erosi tanah, serta mencegah terjadinya kerusakan pada bangunan rumah dan jalan di perumahan. Sistem pembuangan yang baik adalah yang bisa berhubungan secara sistematik.

Artinya, suatu sistem pembuangan harus terhubung dengan sistem pembuangan yang lain sehingga air yang akan dibuang bisa mengalir dengan lebih lancar.

Permasalahan Pada Sistem Drainase Dan Cara Mengatasinya

contoh drainase

Ada setidaknya dua permasalahan yang sering terjadi pada sistem pembuangan air ini, yaitu banyaknya sampah yang menumpuk dan terjadinya kerusakan pada bangunan sistem pembuangan. Bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut?

1. Mengatasi masalah sampah menumpuk

Untuk mengatasi masalah yang satu ini, hanya dibutuhkan kesadaran dari masyarakat, baik yang tinggal di sekitar saluran drainase atau yang sekedar melintas, untuk tidak membuang sampah sesuka hati dan memasukkannya ke saluran pembuangan.

2. Mengatasi kerusakan pada sistem pembuangan

Masalah yang kedua bisa diatasi dengan melakukan perawatan pada saluran pembuangan. Penyumbatan yang terjadi pada saluran pembuangan harus dibersihkan secara rutin dan teratur sehingga air yang ada di dalamnya tidak akan meluap lalu menimbulkan berbagai kerusakan.

Drainase adalah salah satu elemen yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia yang lebih baik. Setelah memahami lebih banyak tentang sistem ini, Anda juga sebaiknya berpartisipasi dalam perawatannya dan menjaga sistem pembuangan ini agar bisa berfungsi dengan baik.

Leave a Comment