Pengertian Basement dan Tahapan Dalam Pembangunannya

Basement merupakan salah satu bagian dari suatu bangunan. Biasanya, bagian yang satu ini mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ruangan lain dalam bangunan yang sama. Tujuan diciptakannya ruangan ini bermacam-macam, tapi biasanya berupa konstruksi vertikal ke bawah.

Ruangan ini tercipta karena adanya keterbatasan dalam suatu pekerjaan konstruksi. Sehingga diperlukan ide yang lebih cerdas dalam memanfaatkan lahan yang ada. Apa saja fungsi dari ruangan ini? Ada berapa jenis yang tersedia dan bagaimana cara membuatnya?

Contents

Apa Itu Basement?

Basement rumah merupakan suatu ruangan khusus yang posisinya ada di bagian bawah dari rumah bertingkat atau gedung bertingkat. Ruangan ini ada di bawah permukaan tanah. Ruangan ‘tersembunyi’ ini sudah menjadi pilihan penambahan lantai dari berbagai bangunan, terutama untuk gedung-gedung tinggi.

Biasanya, lantai basement dirancang dalam satu lantai tapi bisa juga dibuat menjadi beberapa tingkatan lantai. Tapi posisinya tidak naik ke atas melainkan menurun dan menuju ke bagian yang lebih dalam lagi. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin padat dan mahal.

Ruangan khusus ini biasanya dibuat sangat luas sehingga bisa memenuhi kebutuhan berupa tambahan ruangan. Contoh dari penggunaan ruangan ini adalah basement parkiran yang memuat berbagai kendaraan seperti mobil dan motor dalam jumlah banyak.

Fungsi Basement Pada Bangunan

Ruangan tambahan ini adalah sebuah bagian yang ditambahkan ke suatu gedung tinggi. Kehadirannya bermanfaat sebagai penambah ruang sehingga bisa memenuhi kualitas pembangunan hingga menghadirkan ruangan ekstra untuk keperluan khusus.

Struktur basement dan keberadaannya sudah diketahui oleh banyak orang. Beberapa fungsi dari ruangan bawah tanah ini antara lain:

  1. Memperdalam area dasar pondasi bangunan yang bisa mempengaruhi kenaikan serta besaran daya dukung dari tanah di bagian dasar bangunan.
  2. Membantu memperbesar stabilitas terutama dari konstruksi suatu gedung saat menghadapi gaya geser atau gaya guling yang bisa terjadi setiap saat. Tanah yang beratnya sama dengan bangunan yang di atasnya tidak akan mengalami penurunan bangunan.
  3. Berfungsi sebagai sebuah ruangan utilitas dari suatu bangunan, misalnya bisa diisi dengan kotak sekering, boiler, pemanas air, sistem pendingin udara, dan bahkan bisa digunakan sebagai sebuah lahan parkir.
  4. Menjadi suatu area untuk sistem distribusi listrik atau untuk titik distribusi televisi kabel.

Fungsi ruangan ini juga bervariasi, tergantung pada lokasi tempat dibangunnya. Misalnya, ruang bawah tanah di hotel seringkali digunakan sebagai lahan parkir. Tapi ruangan bawah tanah di rumah-rumah biasanya digunakan sebagai tambahan ruangan dan difungsikan sebagai kamar tambahan.

Jenis-Jenis Basement

Berdasarkan strukturnya, konstruksi basement terbagi dalam berbagai jenis berbeda. Pahami setiap jenisnya sehingga Anda bisa menentukan jenis yang manakah yang paling cocok dengan kebutuhan proyek yang akan dikerjakan. Beberapa jenisnya antara lain:

1. Walk out basement

lantai basement

Merupakan jenis ruang bawah tanah yang sering ditemukan di rumah hunian yang berlokasi di area yang landai. Pembuatan ruang bawah tanah yang satu ini membuatnya bisa diakses dengan leluasa dari bagian rumah. Penghuni rumah bisa langsung masuk ke ruang bawah tanah dari luar bangunan rumah.

Tapi bagian lain dari ruang bawah tanah tersebut tetap bisa diakses dari dalam rumah dan mengarah ke lantai yang ada di atas ruangan tersebut. Biasanya, jenis ruang bawah tanah ini digunakan sebagai kamar, ruang maintenance, atau garasi kendaraan.

2. Walk up basement

konstruksi basement

Jenis ruang bawah berikutnya adalah jenis walk up. Ruang bawah tanah jenis ini mempunyai akses masuk dan keluar sendiri dan sudah dilengkapi dengan tangga serta pintu sendiri. Akses keluar masuknya tidak selalu berada di bagian dalam dari bangunan rumah.

Sayangnya, karena seringkali terpisah dari rumah, bagian tangga dari ruang bawah tanah yang satu ini berisiko menjadi lembab dan licin, bahkan bisa jadi tergenang air sepanjang musim hujan. Desain ruang bawah tanah ini kurang cocok untuk pemilik rumah yang tidak menginginkan rumah yang membutuhkan perawatan tinggi.

3. Look out basement

Jenis ruang bawah tanah berikutnya merupakan ruang bawah tanah yang dindingnya mencapai lantai dasar bangunan rumah. Desain ini membuat penghuni rumah yang sedang ada di ruang bawah tanah bisa melihat bagian luar rumah tanpa harus keluar dari ruang bawah tanah.

Biasanya, jendela ditambahkan ke bagian atas ruang bawah tanah yang berbatasan langsung dengan lantai atas bagian dasar rumah. Karena bisa ditambahkan dengan jendela, ruang bawah tanah yang satu ini lebih cocok untuk difungsikan sebagai kamar tambahan.

4. Cellar

basement apartemen

Cellar merupakan jenis lain ruang bawah tanah yang sering ditambahkan ke berbagai konstruksi bangunan. Fungsi cellar adalah untuk menyimpan minuman atau makanan. Tujuan diciptakannya cellar adalah supaya semua minuman dan makanan yang disimpan bisa tetap awet.

Persediaan makanan tersebut bisa lebih awet karena mempunyai temperatur yang lebih konsisten selama berbulan-bulan. Tidak seperti jenis ruang bawah tanah lainnya, cellar lebih cenderung berbentuk seperti gudang atau tempat penyimpanan.

Tahapan Pelaksanaan Konstruksi Pembuatan Basement

struktur basement

Gambar denah dibutuhkan untuk membangun gedung tertentu, termasuk untuk menggali tanah hingga mencapai kedalaman tertentu. Pembangunan basement mall atau ruang bawah tanah lainnya sebenarnya adalah awal dari kegiatan konstruksi. Tahapan yang perlu dilewati adalah:

1. Menentukan metode konstruksi basement apartemen

Teknik atau metode pelaksanaan yang akan digunakan merupakan acuan untuk melaksanakan suatu proyek pembangunan. Tujuannya adalah agar pengelolaan proyek bisa mencapai hasil yang lebih maksimal. Tahap pertama ini biasanya ditetapkan oleh seorang konsultan perencana.

Akan dilakukan suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari studi, supervisi, dan pembuatan desain yang kemudian disertai dengan berbagai aspek yang berkaitan.

2. Pengerjaan retaining wall atau dinding penahan

Pemasangan dinding penahan dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya keruntuhan saat berlangsungnya pekerjaan penggalian tanah untuk ruang bawah tanah. Jenis penahan tanah yang sering digunakan untuk pembangunan ruang bawah tanah adalah diaphragm wall dengan kelebihan sebagai berikut:

  • Mampu memudahkan kontraktor sehingga tidak perlu repot untuk menurunkan permukaan air tanah.
  • Pengerjaan bisa dilakukan sendiri dan dilaksanakan di semua keadaan dan jenis tanah.
  • Tidak berisik dan tidak akan mengganggu kenyaman dan kegiatan masyarakat yang berada di sekitar proyek.
  • Cocok untuk membangun pondasi basement untuk gedung tinggi seperti kampus atau gedung lain di pusat kota.

3. Proses dewatering

Proses penggalian tanah untuk pembangunan ruang bawah tanah bisa membuat genangan air memenuhi galian. Dibutuhkan sistem dewatering sehingga area proyek bisa tetap kering dari awal hingga akhir proses.

Setelah proses ini dilakukan, angkur akan dipasang dan dilanjutkan dengan proses bored pile untuk mengerjakan pondasi. Semua tahapan harus dilakukan dengan mengikuti peraturan K3LH yang berlaku.

Basement merupakan suatu ruangan khusus yang posisinya ada di bagian bawah gedung. Ruangan ini mempunyai berbagai fungsi yang berbeda, tergantung pada jenisnya juga. Ada beberapa tahapan yang perlu diikuti untuk membuat ruangan ini berdiri dengan kuat dan menopang gedung di atasnya.

Leave a Comment