Jenis Colokan Listrik di Dunia Beserta Tipe

Mengetahui jenis colokan listrik di berbagai belahan dunia sangat penting agar kamu tak mati gaya dan panik saat traveling.

Faktanya, tidak semua negara menggunakan colokan/steker listrik (electric plugs) dan stop kontak (electrical socket) yang sama. Jenis colokan listrik di Indonesia adalah Tipe C dan Tipe F.

Sementara itu, tetangga kita di Malaysia menggunakan colokan Tipe A, Tipe C, Tipe G, dan Tipe M.

Jika ingin bepergian ke suatu negara, sebaiknya kamu mengetahui jenis stop kontak/soket yang ada dan menyiapkan adaptor listrik yang sesuai. Kalau lupa, kamu akan kesulitan mengisi daya gadget kesayangan.

15 Jenis Colokan Listrik di Dunia

Kali ini, kita akan membahas seperti apa 15 jenis colokan listrik di dunia.

1. Colokan Tipe A

jenis-jenis plug dan soket listrik

Steker pada colokan Tipe A menggunakan 2 ujung berbentuk pipih dengan tebal 1,5 mm dan panjang sekitar 15,9 – 18,3 mm. Jarak antar ujungnya 12,7 mm. Colokan ini membutuhkan 15A dan satuan tegangannya antara 100 – 127 V.

Kamu dapat dengan mudah mengenali colokan tipe ini dengan melihat stop kontak dan ujung stekernya. Ujung satu dan lainnya memiliki perbedaan lebar, sehingga pemasangannya hanya bisa satu arah.

Harvey Hubbel II menciptakan jenis colokan kabel ungrounded NEMA 1-15 ini pada tahun 1904. Contoh negara yang mengadopsi tipe ini adalah USA, Kanada, Meksiko, Jepang.

Pada tahun 1965, stop kontak Tipe A tidak lagi legal pada bangunan baru di USA. Meskipun demikian kamu masih akan menemui stop kontak Tipe A di gedung-gedung tua.

2. Colokan Tipe B

Jenis colokan Tipe B atau NEMA 5 – 15 grounded memiliki dua ujung steker pipih yang berukuran sama dengan Tipe A.

Perbedaan utama Tipe B dengan Tipe A adalah adanya ujung ketiga yang berbentuk U dengan diameter 4,8 mm. Ujung connecter listrik ketiga ini lebih panjang 3,2 mm daripada dua ujung steker yang pipih. Dengan demikian, jenis kepala colokan listrik ini sudah melalui proses grounding sebelum arus listrik mulai mengalir.

Colokan ini membutuhkan 15A dan satuan tegangannya antara 100 – 127 V. Stop kontak Tipe B cocok untuk steker Tipe A dan B. Contoh negara yang menggunakan colokan Tipe B adalah USA, Kanada dan Meksiko.

3. Colokan Tipe C

colokan tipe d

Inilah tipe colokan yang paling sering ada pada banyak negara di dunia. Dengan jack listrik ungrounded, Tipe C hanya punya 2 ujung steker bundar yang identik.

Kedua ujung steker Tipe C memiliki diameter 4 mm, dengan panjang 19 mm dan jarak antar ujung 17,5 – 18,6 mm. Steker Tipe C biasanya ada pada peralatan yang butuh 2.5 A, 10 A & 16 A dengan tegangan 220 -240 V.

Hampir semua negara di Eropa menggunakan colokan Tipe C, kecuali Malta, Irlandia, United Kingdom, dan Cyprus. Tak heran, colokan ini terkenal sebagai Europlug (colokan EU).

Sekarang stop kontak Tipe C sudah ilegal di banyak daerah di Eropa dan penggantinya adalah Tipe E, F, H, J, K, L, N dan O (tergantung negaranya). Meskipun demikian, jenis colokan listrik EU (stekernya) masih banyak digunakan.

4. Colokan Tipe D

Jenis colokan Tipe D memiliki tiga ujung steker bundar. Ujung steker yang tengah berukuran 7,1 mm dan panjangnya 20,6 mm. Sementara itu, kedua ujung steker lainnya memiliki diameter 5,1 mm, panjang 14,9 mm, dengan jarak antar ujungnya 19,1 mm.

Gedung-gedung di India adalah yang paling sering memasang stop kontak Tipe D. Stop kontak jenis ini bisa saja cocok untuk tipe C, E, dan F, tapi cenderung tidak aman.

5. Colokan Tipe E

Steker Tipe E bertipe grounded dan memiliki 2 ujung steker berdiameter 4,8 mm dengan panjang 19 mm dan jarak antar ujung 19 mm. Steker ini biasanya ada pada alat yang membutuhkan 16A dan tegangan antara 220 – 240 V.

Contoh-contoh negara yang menggunakan colokan Tipe E adalah Belgia, Slowakia, Perancis, Polandia, Moroko dan Czechia.

Dulu, stop kontak Tipe E tidak bisa menerima steker Tipe F yang digunakan banyak perangkat dari Jerman dan negara lainnya. Namun sekarang sudah ada penyesuaian sehingga stop kontak Tipe E juga bisa cocok untuk steker Tipe C dan F.

6. Colokan Tipe F

Tipe F memiliki beberapa persamaan dengan colokan Tipe C. Hanya saja, bentuknya bundar dan memiliki lekukan di bagian atas dan bawah yang mengandung klip konduktif. Klip ini fungsinya adalah untuk proses grounding.

Sama seperti tipe E, kepala colokan listrik ini digunakan pada alat yang membutuhkan 16A dan tegangan antara 220 – 240V. Selain dengan steker Tipe F, stop Kontak Tipe F juga bisa cocok dengan steker Tipe C dan F.

Secara umum, colokan ini lebih stabil karena desainnya menggunakan takik plastik di kiri dan kanan. Hampir semua negara di wilayah Rusia dan Eropa menggunakan colokan Tipe F, kecuali United Kingdom dan Irlandia.

7. Colokan Tipe G

colokan tipe b

Berbeda dengan tipe-tipe yang sebelumnya, colokan Tipe G menggunakan 3 ujung steker berbentuk balok. Ujung steker tengah dimensinya 4 x 8 x 22,7 mm, sedangkan 2 ujung steker yang lain berdimensi 4 x 6,35 x 17,7 mm.

Colokan 13 A yang membutuhkan tegangan 220 -240 V ini hanya bisa compatible untuk steker Tipe G saja. Wilayah yang menggunakan colokan Tipe G adalah Semenanjung Arab, Malaysia, Singapura, Malta, Irlandia, dan juga United Kingdom.

8. Colokan Tipe H

Steker Tipe H memiliki 3 ujung bundar dengan diameter 4,5 mm dan panjang 19 mm. Steker 16A dengan tegangan antara 220 hingga 240V ini unik, karena hanya eksklusif di Israel, West Bank dan daerah Gaza.

Stop kontak Tipe H cocok untuk steker Tipe C. Dalam beberapa kasus, kamu mungkin bisa memaksakan steker E atau F untuk masuk ke stop kontak Tipe H, tapi ini tidak aman.

9. Colokan Tipe I

Steker 10A dengan tegangan 220 – 240V ini memiliki 2 jenis; grounded dan ungrounded. Di bawah ini adalah gambar colokan listrik Tipe I.

Jenis ungrounded punya 2 ujung pipih dengan tebal 1,6 mm dan panjang 17,3 mm yang ditata menyerupai huruf V terbalik. Jenis grounded memiliki 1 ujung tambahan dengan tebal yang sama, tapi lebih panjang (20 mm).

Beberapa negara yang menggunakan colokan Tipe I misalnya Selandia Baru, Australia, Cina, dan Argentina. Stop kontak tipe I hanya bisa cocok dengan steker Tipe I.

10. Colokan Tipe J

colokan eu

Steker Tipe J nyaris sama dengan Tipe C. Hal yang membedakannya hanyalah Tipe J memiliki satu ujung bundar tambahan sebagai alat grounding. Masing-masing ujung steker berdiameter 4 mm dengan panjang 19 mm.

Sekilas steker Tipe J mirip dengan Tipe N, tapi ternyata stop kontak kedua tipe tersebut tidak bisa cocok satu sama lain. Stop kontak tipe J hanya kompatibel untuk steker J dan C saja. Tipe ini eksklusif untuk Swiss dan Liechtenstein saja.

11. Colokan Tipe K

adaptor listrik

Tipe K menggunakan standar dari Denmark. Berbeda dengan stop kontak Tipe E yang umum terlihat di Eropa, stop kontak Tipe K tidak memiliki pin grounding. Pin grounding menempel pada steker, menjadi salah satu ujungnya.

Colokan tipe K hanya digunakan secara eksklusif di Denmark dan Greenland. Stop kontaknya kompatibel untuk steker C dan K.

12. Colokan Tipe L

jenis colokan listrik di dunia

Digunakan hampir secara eksklusif di Italia dan Chili, colokan Tipe L memiliki 3 ujung steker dengan ukuran yang sama. Tipe L terdiri dari 2 jenis, yaitu 10A dan 16A.

Jenis 10A memiliki tiga ujung steker berdiameter 4 mm dengan panjang 19 mm.Stop kontak Tipe L 10A dapat menerima steker Tipe L 10A dan tipe C. Sementara itu, jenis 16A memiliki tiga ujung steker berdiameter 5 mm, dengan panjang 19 mm.

Saat ini sudah ada 2 stop kontak universal yang bisa menerima lebih dari 1 jenis steker, yaitu:

  • Stop Kontak Bipasso – Menerima kedua jenis steker Tipe L dan Tipe C
  • Stop Kontak Schuko-bipasso – Menerima kedua steker Tipe L, C, E, dan F

13. Colokan Tipe M

jenis colokan listrik eu

Tipe ini digunakan di Afrika Selatan, Swaziland dan Lesotho. Mirip dengan Tipe D, ujung steker Tipe M berdiameter sedikit lebih lebar. Stop kontak Tipe M hanya bisa digunakan untuk steker Tipe M.

14. Colokan Tipe N

Ada 3 varian colokan Tipe N, yaitu versi 10A dan 20A yang banyak digunakan di Brazil dan 16A yang dipakai di Afrika Selatan. Steker 10A diameternya 4mm, 16A 4,5 m, dan 20A 4,8mm. Stop kontak ini cocok untuk steker Tipe C dan Tipe N.

Gambar stop kontak listrik tipe ini sebagai berikut:

15. Colokan Tipe O

gambar colokan listrik

Colokan 16A dengan tegangan 220 – 240V ini secara khusus digunakan di Thailand. Stop kontaknya bisa cocok untuk steker C dan O. Steker Tipe E dan F mungkin cocok, tapi tidak aman.

Memahami jenis-jenis plug dan soket listrik sangat penting agar kamu bisa menggunakan koneksi yang aman. Beberapa steker dan stop kontak terlihat mirip satu sama lain, padahal tidak kompatibel.

Kelima belas jenis colokan listrik tersebut diberi nama secara resmi oleh US Department of Commerce International Trade Administration (ITA). Masing-masing tipe stop kontak tidak menerima semua jenis colokan. Jadi sebelum traveling, pastikan kamu sudah menyiapkan adaptor yang sesuai.

Leave a Comment