Pengertian Modulasi dan Jenis-jenisnya

Bagaimana melakukan pengiriman data berupa gambar maupun suara dari satu perangkat ke lainnya? Dalam hal ini, modulasi adalah suatu metode memegang peranan penting. Lantaran ini memungkinkan suatu informasi dapat berpindah melalui sinyal pembawa dari perangkat pemancar ke penerima.

Pada dasarnya, pengiriman informasi ini melalui dua proses. Pertama adalah mengubah bentuk informasi menjadi sinyal agar dapat menumpang pada carrier melalui perangkat pemancar. Kedua adalah membalikkan prosesnya, sehingga sinyal dapat kembali menjadi informasi awal melalui perangkat penerima.

Apa Itu Modulasi?

modulasi analog adalah

Secara garis besar, pengertian modulasi merupakan sebuah teknik yang memiliki tujuan untuk menautkan sinyal berisi informasi kepada gelombang pembawa.

Gelombang radio berisi informasi ini biasanya merupakan gelombang berfrekuensi rendah. Sebaliknya, gelombang yang berfungsi sebagai pembawa, memiliki frekuensi sangat tinggi.

Pada proses ini ada sebuah alat yang berperan sebagai modulator. Fungsi modulator adalah sebagai alat yang mengubah informasi menjadi sebuah sinyal.

Setelah berubah, sinyal informasi akan ditautkan pada gelombang pembawa dengan frekuensi yang lebih tinggi. Selain itu, ada juga alat dengan fungsi sebagai demodulator.

Modulator adalah Alat ini bertugas mengubah kembali suatu sinyal menjadi informasi awal. Dengan demikian, penerima bisa memperoleh informasi berupa gambar dan suara.

Jadi, modulasi adalah dalam bahasa indonesia merupakan perubahan suatu gelombang tertentu untuk kemudian diubah jadi sinyal pembawa informasi. Akan tetapi, pada industri musik modulasi adalah musik perubahan satu tonik ke tonik yang lain. Jadi harus dibedakan untuk kategori pengertian di musik.

Jenis-jenis Modulasi

Berdasarkan pengelompokan sinyalnya, terdapat dua jenis modulasi, yaitu analog dan digital. Selanjutnya kita akan memahami definisi keduanya melalui uraian di bawah ini.

1. Modulasi Analog

Pada metode modulasi berjenis analog ini, perangkat memancarkan data berupa gambar, juga suara dalam bentuk continous varying (gelombang yang dikirimkan secara terus menerus). Metode modulasi sinyal analog ini memiliki dua parameter yang memiliki peran penting, yaitu amplitude dan frekuensi.

Umumnya, modulasi analog adalah perpaduan yang berasal dari kombinasi sejumlah sinusoida. Terdapat beberapa bentuk dari modulasi jenis analog ini, yaitu sebagaimana berikut ini.

a. Amplitude Modulation (AM)

Modulasi amplitude tersebut merupakan proses mengubah sinyal amplitude carrier agar cocok dengan sinyal informasi. Pada proses ini amplitude sinyal pembawa mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan gelombang pemodulasi (data). Adapun frekuensinya akan tetap sama tanpa ada perubahan.

Ini merupakan modulasi yang mempunyai bentuk paling sederhana di antara jenis lain. Istilah lain untuk menyebut jenis ini adalah linear modulation. Hal ini menggambarkan pergeseran frekuensi yang terjadi secara segaris dengan sinyal informasi.

Modulasi AM ini memiliki beberapa teknik. Di antaranya adalah radio broadcast, DSB-SC, Lower sideband, VSB untuk televisi, dan lainnya.

b. Frequency Modulation (FM)

Berbeda dengan jenis sebelumnya, pada modulasi frekuensi perubahan merupakan cara agar menyesuaikan persimpangan sinyal informasi. Pada proses ini, perubahan terjadi pada frekuensi sinyal carrier untuk menyesuaikan perubahan tegangan yang terjadi terhadap sinyal informasi.

Jadi, bisa disimpulkan metode modulasi ini berkebalikan dengan yang sebelumnya. Frekuensi sinyal pembawa mengalami perubahan, sedangkan amplitude-nya konstan. Keunggulan metode modulasi tersebut terletak di sinyal data yang memiliki sifat lebih stabil. Selain itu, dalam prosesnya tidak memerlukan daya transmisi yang cukup besar.

Namun, metode ini juga mempunyai beberapa kelemahan. Di antaranya adalah instalasi jaringan dan perawatannya cenderung rumit. Kelemahan lainnya adalah perlu adanya bandwidth yang memiliki ukuran lebih lebar.

Modulasi FM ini terdiri dari dua teknik, yaitu Narrowband FM yang memiliki bandwidth<20kHz. Teknik kedua yaitu Wideband, yang sesuai dengan namanya, memiliki badan width lebih luas, yaitu 150kHz.

c. Phase Modulation

Salah satu metode modulasi menggunakan sinyal analog ini mengubah fase gelombang pembawa untuk menyesuaikan dengan sinyal data. Jadi dalam phase modulasi, amplitude dan frekuensi sinyal karier memiliki sifat konstan. Artinya, keduanya tidak akan berubah. Namun, yang berubah hanyalah fasa-nya.

Pada saat sinyal informasi mengalami perubahan besar, yaitu dari positif ke negatif, gelombang ini mengalami perubahan modulasi phase.

2. Modphaseulasi Digital

Pada metode jenis digital, menggunakan sinyal digital berupa urutan angka, yaitu nol dan satu. Metode modulasi tersebut lebih tahan dalam pengaruh derau. Keunggulannya ini membuat sinyal data yang terkirim lebih murah, cepat dan akurat.

Konsep dasar dari modulasi digital adalah melakukan perubahan-perubahan pada gelombang pembawa. Proses tersebut berlangsung sedemikian rupa sehingga terbentuklah beberapa bit.

Keunggulan modulasi digital tersebut adalah perangkat penerima bisa menangkap sinyal informasi dengan lebih baik. Transmisi digital ini dapat terjadi secara fisik, yaitu melalui perantara kabel.

Ada juga secara non fisik, yaitu menggunakan gelombang radio.

Di bawah ini adalah pengelompokan jenis modulasi data secara digital.

a. Amplitude Shift Keying (ASK)

Modulasi ask ini membaca sinyal digital memiliki nilai tegangan masing-masing. Artinya, nilai sinyal digitalnya adalah nol dan satu. Nilai sinyal ini berfungsi sebagai kode perintah untuk menyalakan atau mematikan pemancar.

Cara kerjanya mirip dengan menggunakan sandi Morse. Dalam komunikasi digital, proses modulasinya berlangsung dengan penanaman lebih dari dua tingkat diskrit amplitude sinusoida.

Semburan sinyal yang tidak kontinyu bersifat tajam dan tampak pada titik-titik transisi. Kondisi ini membawa pengaruh pada bandwith-nya yang tidak perlu lebar.

Ada beberapa keuntungan modulasi jenis tersebut, yaitu kecepatan digitalnya lebih besar. Namun, juga mempunyai kelemahan, yaitu hanya efektif pada penggunaan jarak dekat saja.

Penyebabnya adalah tingkat kesulitan dalam menentukan level acuan akibat pengaruh redaman, maupun distorsi.

b. Frequency Shift Keying (FSK)

Metode ini bergantung pada adanya pergeseran frekuensi. Dengan FSK, permodulasiannya mampu menggeser frekuensi keluaran dari gelombang pembawanya. Jadi, gelombang pembawa memiliki frekuensi yang tidak tetap, sesuai dengan tersedia atau tidaknya sinyal data informasi.

Metode ini cukup populer, sehingga banyak yang menggunakannya. Keuntungan jenis modulasi tersebut adalah demodulasi (mengubah kembali dari sinyal ke data awal) menjadi lebih mudah dengan tingkat error lebih minim.

c. Phase Shift Keying (PSK)

Modulator adalah

Pada metode ini, terjadi perubahan fase gelombang carrier agar dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan gelombang informasi digital. Dalam operasionalnya, membutuhkan adanya perangkat penerima yang stabil untuk mendapatkan transmisi gelombang informasi secara optimal.

Itulah beberapa metode dalam digital modulation. Selain itu ada juga modulasi QAM, yaitu suatu gabungan antara ASK dan PSK. Metode ini mengubah amplitudo pada kedua gelombang pembawa yang biasanya memiliki sinusoidal berbeda.

Fungsi Modulasi

Setelah sebelumnya mengetahui jenis-jenis pada modulasi, ada baiknya memahami juga fungsinya. Pada dasarnya, modulasi memiliki dua fungsi utama. Pertama, menautkan sinyal pesan atau data pada gelombang pembawa. Kedua, menggeser gelombang dari frekuensi rendah ke yang lebih tinggi, sehingga dapat mudah memancarkannya.

Tujuan dari melakukan metode modulasi ini adalah untuk membuat transmisi menjadi lebih efisien. Perangkat pengirim data atau pesan dapat memancarkan sinyal secara lebih mudah. Tujuan lainnya adalah menekan adanya derau atau interferensi.

Selain itu, modulasi juga memiliki fungsi memudahkan pengiriman beberapa sinyal informasi secara bersamaan dan sekaligus. Sinyal informasi tersebut dapat menggunakan hanya satu kanal transmisi saja.

Kesimpulannya, modulasi adalah metode penting agar suatu perangkat dapat memancarkan sebuah data informasi melalui bantuan sinyal pembawa (carrier). Modulasi adalah proses mengubah informasi menjadi sinyal berfrekuensi rendah, akan mudah menumpangkannya pada pembawa dengan frekuensi tinggi.

Leave a Comment