Penemu Listrik dan Sejarah Penemuannya dan Perkembangannya

Listrik adalah energi yang perannya cukup vital dalam kehidupan manusia. Hampir semua benda elektronik membutuhkan listrik agar bisa bekerja optimal. Namun, siapa sebenarnya penemu listrik pertama kali di dunia? Bagaimana sejarah awal penemuan listrik ini?

Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Berikut ulasan sejarah penemuan listrik dari tiga ilmuwan penemu listrik.

Tiga Nama Besar Penemu Listrik di Dunia

Seorang cendekiawan tak sengaja menemukan listrik dari percobaan menggosok ambar dengan bulu kucing. Ambar adalah sebutan elektron dalam bahasa Yunani. Penemuan ini terjadi pada 546-640 M. Cendekiawan tersebut bernama Thales. Dari sinilah, sejarah awal penemuan listrik terjadi.

Karena rasa penasarannya akibat batu ambar yang memiliki kemampuan magnetik, beliau kemudian melakukan beberapa percobaan.

Pertama, Thales mendekatkan batu ambar dengan kain wol. Setelah percobaan terjadi, Thales masih belum memahami alasan dari hasil bulu wol yang menempel pada batu ambar.

Dikarenakan belum ada hasil yang memuaskan, kemudian penelitian diteruskan William Gilbert yang merupakan peneliti dari Inggris pada 1733. Penelitian ini meneliti kemampuan gaya gerak milik batu ambar. Dia menyebutnya elektrik, berasal dari frasa elektron.

Pada tahun 1739, ilmuwan Charles du Fay dari Prancis menyebutkan dalam elektrik terdiri dari dua atom, atom positif (+) dan negatif (-).

Selanjutnya tahun 1975 seorang ilmuwan, sekaligus diplomat dari Amerika menuliskan tulisan yang menyebutkan bahwa petir ialah elektrik alami. Penulis tersebut bernama Benjamin Franklin dalam tulisan Deklarasi Kemerdekaan Konstitusi Amerika Serikat.

Lalu, ada Alessandro Volta yang berasumsi bahwa listrik laksana air mengalir dan itu artinya, ada banyak manfaat dari listrik. Hal ini karena di dalam listrik terdapat tenaga. Akhir dari percobaan, beliau mampu melahirkan baterai sebagai sumber energi listrik.

Pada waktu itu, beliau menumpuk lempengan tipis seng dan tembaga. Penumpukannya terpisahkan dengan karton lembab. Akhirnya, terjadilah penumpukan volta sebagai daya listrik baru.

Akhir dari penemuan menunjukkan bahwa volta merupakan perjalanan dari satu titik ke titik lain apabila terhubung oleh konduktor, seperti kawat.

Setelah penemuan ini, barulah terjadi perkembangan besar dalam sejarah listrik dan memunculkan nama fenomenal. Siapa penemu listrik fenomenal itu?

1. Michael Faraday

Nama penemu listrik pertama ada Michael Faraday.

Beliau adalah ilmuwan dengan rasa penasaran tinggi dan telah meneliti berbagai penelitian, salah satunya elektrik dan mendapat julukan ‘bapak listrik’.

Ilmuwan berkebangsaan Inggris ini lahir di London Selatan dari kasta keluarga pekerja. Pendidikannya tidak tinggi, bahkan hanya tamatan SD. Namun, kecintaannya pada menulis, membaca, dan matematika sangat kentara sejak kecil.

Ketika usianya 14 tahun, dia bekerja magang di sebuah penjilidan buku London hingga usia 21 tahun, itu artinya dia bekerja selama tujuh tahun di sana. Saat waktu luang, dia membaca buku karya Jane Marcet yang berjudul Conversation in Chemistry yang menjelaskan tema ilmiah untuk umum.

Pria berkelahiran 22 September 1791 ini menaruh minat lebih pada elektrokimia dan elektromagnetisme.

Percobaan Michael Faraday: Homopolar Motor Ciptakan Arus Listrik

Kepopulerannya sebagai penemu energi listrik diawali dari percobaan pertama yang memanfaatkan uang logam.

Jadi, beliau menggunakan tujuh uang logam, tujuh lembar seng, dan kertas basah oleh air garam. Mengikuti konstruksi volta, kemudian Faraday menumpuk ketiganya. Dari percobaan ini tersimpulkan magnesium sulfat.

Selanjutnya, akibat jurnal elektromagnetisme karya Christian Oersted pada tahun 1821, Faraday mulai melanjutkan eksperimen dari publikasi tersebut. Hasilnya menjadi cikal bakal penemu arus listrik pertama oleh Faraday, yakni rotasi elektromagnetik.

Sedangkan alatnya terkenal dengan nama Homopolar Motor.

siapa penemu listrik

Dari alat ini yang secara terus menerus berputar, Faraday menemukan arus listrik. Sumber energi listrik diciptakan oleh gerakan putar yang muncul dari gerak lingkar magnet yang menyelimuti kawat hingga masuk ke larutan merkuri. Yang mana larutan tersebut juga terdapat magnetnya.

Nah kawat yang teraliri arus listrik dari baterai ini menjadi dasar teknik elektromagnetik hingga saat ini.

Dari eksperimen ini juga tercipta motor penggerak listrik pertama di dunia.

Puncak Penemuan Michael Faraday: Penemuan Medan Listrik

Puncak dari penemuannya sendiri adalah penemuan medan listrik. Penemuan ini didapat dari melilitkan dua kawat terpisah. Dari sini, dia menemukan induksi timbal balik. Jadi, magnet yang melewati kumparan kawat membuat arus listrik masuk ke dalamnya dan menjalankan magnet.

Kesimpulannya, dari perubahan yang terjadi pada medan magnet mampu melahirkan medan listrik. Yang selanjutnya disebut Hukum Faraday oleh James Clerk Maxmel.

Kejeniusan Faraday dalam penemuan berbagai bidang kelistrikan tak lepas dari mentornya yang bernama Humphry Davy. Davy juga mengajak Faraday berkeliling Eropa untuk menambah wawasan secara teknis dan teoritis.

2. Nikola Tesla

penemu listrik pertama

Jika Faraday adalah penemu arus listrik maka ada tokoh lain yang tak kalah hebat, yakni Nikola Tesla.

Beliau adalah penemu motor listrik. Penemuan yang membuat energi listrik berubah menjadi energi mekanik.

Nikola lahir di Desa Smiljan, Kroasia beretnis Serbia pada 28 Juni 1856. Ketika usianya sembilan tahun, beliau tercatat sebagai mahasiswa Universitas Teknologi Graz, Austria.

Di kampus, dia mempelajari pemanfaatan arus AC atau arus listrik bolak-balik. Yang kemudian mengubahnya menjadi arus DC yang lebih efisien. Tahun 1882, Nikola mampu membuat konsep bernama konsep motor induksi.

Penemuan-Penemuan Nikola Tesla

Pada tahun 1882, Nikola bekerja sebagai engineer di Continental Edison Company, Paris yang bertugas mendesain peralatan elektronik yang mampu melintasi benua. Idenya sendiri berasal dari Edison.

Dari sana, dia mulai paham akan motor induksi dan sudah mengembangkannya dalam beberapa variasi. Variasinya memanfaatkan sistem gerak magnetik yang kemudian dipatenkan pada 1888.

Ketika dia bekerja di Edison Machine Work pada 1894, Nikola mulai merampungkan semua masalah yang terkait dengan kelistrikan. Dia mampu merancang dinamo sebanyak 24 buah pada tahun 1895 dan sukses mengirim sinyal radio sampai jarak 50 mil.

Pada tahun 1888, Tesla mebangun perusahaannya sendiri dengan nama Tesla Electric Light and Manufacturing. Dalam setahun, perusahaan ini berhasil mematenkan tiga penemuan. Karena ada satu penemuan yang tidak disetujui oleh para investor, Nikola dikeluarkan dari perusahaan.

Selanjutnya, dia sukses mengkampanyekan kinerja motor induksi bolak-balik di hadapan American Institute of Electrical Engineer. Dia juga berhasil menandatangani sebuah perjanjian.

Di sisi lain, tahun ini muncul pula Prinsip Tesla Coil dari pengembangan salah satu penemuannya. Kemudian, dia menjalin kerja sama dengan pemilik Westinghouse Electric and Manufacturing,

George Westinghouse untuk mengenalkan motor dan sistem listrik. Hal ini masuk dalam makalah “Sistem Baru Bolak Motors Lancar dan Transformer”.

George yang sangat mengagumi penemuan Nikola takjub akan model polyphase-nya. Model ini tersusun atas up-dinamo, transformator step down, dan motor AC. Dari sini, mereka menjalin kerja sama untuk mengelola listrik nasional milik Amerika.

Jadi, Nikola tesla menemukan medan magnet yang berputar, kemudian mengadaptasi medan rotasi magnet guna menciptakan sistem bolak motor arus induksi dan polyphase demi transmisi penyebaran sekaligus pemanfaatan energinya.

3. Thomas Alva Edison

biografi penemu listrik

Terakhir, Thomas Alva Edison penemu lampu pijar.

Thomas Alva Edison dulunya dianggap bodoh. Untuk membuktikan bahwa dia mampu, dia sampai mengalami kegagalan seribu kali sebelum berhasil menemukan lampu.

Pria berkelahiran 11 Februari 1847 di Ohio, AS ini menghabiskan sebagian masa kecil di daerah Port Huron, Michigan.

Thomas adalah anak yang giat, dia pernah melakoni berbagai pekerjaan hingga dia menyelamatkan seorang anak. Ayah anak tersebut kemudian mengajari dan melatihnya menjadi operator telegraf. Dari sini, dia mulai tertarik pada bidang komunikasi dan mulai menekuninya.

Dulu, Thomas hanya menjalani pendidikan formal selama tiga tahun. Pihak sekolah yang menganggapnya bodoh karena lambatnya menyerap pelajaran akhirnya mengeluarkan Thomas. Akhirnya, Thomas homeschooling.

Thomas Alva Edison dan Penemuannya

Dari pelajaran yang diberikan ibunya, Thomas mampu menemukan alat perekam suara elektronik pada usia 20 tahun. Sayangnya, penemuan ini tidak diperjualbelikan. Setelahnya, dia menekuni alat-alat yang kira-kira laku di pasaran.

Salah satunya menyelesaikan mesin telegram yang otomatis bisa mencetak huruf. Penemuan ini dijual 40.000 dolar. Yang disusul dengan penemuan fenomenal lainnya.

Kemudian pada tahun 1879, Thomas mampu menciptakan lampu. Penemuan terpenting dalam sejarah umat manusia.

Thomas memang bukan penemu listrik pertama, tetapi Thomas menemukan sistem pembagian tenaga listrik kemudian mengembangkannya hingga memungkinkan rumah untuk mendapatkan penerangan yang lebih praktis.

Sejak saat itu, 1882, Thomas mulai memproduksi listrik rumahan dalam jumlah banyak di New York. Tidak butuh waktu lama, penemuannya ini mulai terdistribusi ke berbagai negara.

Melansir biografi penemu listrik Thomas Alva Edison, beliau pernah mengalami kegagalan sampai seribu kali sampai sukses dengan lampu pijarnya.

Beberapa selain sebagai penemu lampu, Thomas juga mematenkan beberapa penemuan di antaranya piringan hitam dan gambar bergerak.

Penggunaan listrik merasuki berbagai aspek kehidupan. Banyak benda elektronik menggunakan daya listrik untuk bekerja secara maksimal. Maka sebagai generasi penerus, alangkah lebih baik memanfaatkannya sebaik mungkin hasil dari para penemu listrik ini.

Leave a Comment