Pengertian Penelitian Kualitatif, Jenis dan Prosedur Penelitiannya

Penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah dua pendekatan penelitian dengan karakteristik yang sangat berbeda. Sesuai namanya, penelitian jenis kualitatif menggunakan penedekatan kualitatif, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Pengertian Penelitian Kualitatif

contoh penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian dengan temuan berupa data narasi atau objek lainnya, dan data bukan diambil melalui prosedur hitungan maupun statistik. Penelitian ini mencoba memahami makna suatu kejadian perilaku manusia dalam kondisi tertentu dari sudut pandang peneliti.

Penelitian ini bersifat deskriptif, biasanya melalui analisis, dan menonjolkan proses serta makna perspektif. Landasan teori menjadi acuan pustaka sehingga penelitian yang dilakukan sesuai fakta di lapangan.

Jenis penelitian ini juga sering disebut metode alternatif, metode ini dimulai dari hal yang umum kemudian menjadi semakin rinci. Metode penelitian ini memperlakukan partisipannya sebagai subjek sehingga partisipan merasa lebih berharga dan menganggap bahwa informasi yang mereka berikan sangat bermanfaat.

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Menurut Saryono (2010): Penelitian jenis kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menemukan, menyelidiki, dan menjelaskan kualitas dari suatu pengaruh sosial yang belum dapat diukur atau dijelaskan dengan pendekatan kuantitatif.

Menurut pandangan Sugiyono (2019): Metodologi penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian dengan landasan filsafat postpositivisme. Penelitian ini fokus pada kondisi objek alamiah. Peneliti merupakan instrumen kunci dan sampel sumber data diambil dengan cara snowball dan purposive, analisis data bersifat kualitatif dan induktif, teknik pengumpulan melalui triangulasi, dan hasil penelitian lebih fokus pada makna dibandingkan generalisasi.

Menurut Crewswell (2008): Penelitian kualitatif merupakan pendekatan untuk memahami dan mengeksplorasi suatu gejala sentral. Peneliti melakukan wawancara dengan partisipan atau peserta penelitian melalui pertanyaan yang bersifat umum untuk memahami gejala sentral. Selanjutnya peneliti akan mengumpulkan informasi berupa teks dan melakukan analisis. Hasil akhir penelitian kemudian dituangkan menjadi laporan tertulis.

Tujuan Penelitian Kualitatif

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena secara mendalam, sehingga peneliti juga mengumpulkan data secara rinci dan mendalam sebagai dasar penelitian kualitatif. Hal ini menunjukkan pentingnya detail dan kedalaman data yang diteliti.

Maka dari itu, semakin mendalam meneliti suatu objek dan tergali semua data yang telah didapatkan maka bisa dikatakan penelitiannya mempunyai kualitas yang tinggi. Karena dengan peneliti melakukan penelitian yang mendalam pada objek yang telah ditentukan dan dipilih serta jumlah terbatas, maka penelitiannya mengarah sifat subjektif dan tidak bisa disamaratakan secara umum.

Penelitian kualitatif sering menggunakan metode wawancara dan observasi dalam proses pengumpulan data di lapangan. Wawancara tersebut dilakukan secara terperinci serta mendalam baik melalui wawancara individu maupun focus group discuccion (FGD).

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Secara spesifik, penelitian ini berusaha mengungkapkan berbagai keunikan yang ditemukan dari individu atau kelompok dalam kehidupan sehari-hari secara holistis, komprehensif, dan detail.

Penelitian jenis kualitatif juga dapat disebut sebagai penelitian inkuiri naturalistis atau penelitian ilmiah. Berikut ini adalah karakteristik penelitian kualitatif.

  • Menggunakan latar alami atau konteks suatu keutuhan
  • Instrumen penelitian kualitatif adalah manusia
  • Analisis data dilakukan secara induktif
  • Memerlukan panduan penyusunan teori substantif dari data
  • Menggunakan metode kualitatif
  • Mengumpulkan data deskriptif berupa gambar atau kata-kata, bukan angka
  • Pengumpulan data berdasarkan prinsip fenomenologi dengan pemahaman yang mendalam
  • Penelitian lebih mementingkan proses
  • Ada batas penelitian sesuai fokus masalah yang diteliti
  • Desain penelitian bersifat sementara karena selalu menyesuaikan kondisi di lapangan
  • Pengertian dan hasil yang diperoleh dapat dirundingkan dengan partisipan yang menjadi sumber data untuk disepakati
  • Perspektif partisipan sangat dihargai
  • Analisis dapat dilakukan selama proses penelitian dan pasca penelitian
  • Hasil penelitian adalah interpretasi dan deskripsi dalam konteks tertentu.

Jenis-jenis Penelitian Kualitatif

metodologi penelitian kualitatif

Metode penelitian deskriptif kualitatif terdiri dari beberapa jenis dengan karakteristiknya masing-masing, berikut ini adalah penjelasannya.

Fenomenologi

Ini merupakan jenis penelitian yang fokus pada hasil filsafat, maksudnya adalah peneliti berusaha menggali informasi dengan mencari makna secara esensi. Peneliti berupaya menemukan pengalaman-pengalaman yang dialami dalam kehidupan subjek penelitian.

Fenomenologi menantang peneliti untuk mencari kebermaknaan tema yang dipilih oleh peneliti sesuai hal yang ditemukan di lapangan. Metode pengambilan datanya dapat dilakukan melalui wawancara secara mendalam atau observasi terhadap objek penelitian.

Studi Kasus

Jenis penelitian yang satu ini mungkin sudah cukup populer. Pada metode penelitian ini, peneliti fokus pada interaksi, latar belakang, atau kondisi tertentu di masyarakat. Tujuan penelitian kualitatif studi kasus adalah untuk meneliti suatu aktivitas, peristiwa, atau program yang berjalan di suatu kelompok individu.

Jenis penelitian studi kasus dapat digunakan untuk mengkaji objek yang berkelompok, syaratnya kelompok tersebut harus memiliki tujuan yang sama. Pada studi kasus, teknik pengambilan data dilakukan melalui studi dokumenter, observasi, dan wawancara.

Teori Dasar

Jika dibandingkan dengan 2 jenis penelitian pendekatan kualitatif yang telah disebutkan sebelumnya, metode teori dasar mungkin belum terlalu familier. Metode ini biasanya dikenal dengan sebutan grounded theory.

Metode teori dasar lebih cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan memperkuat teori yang ada. Peneliti akan menyeleksi fenomena yang ada apakah masuk dalam fenomena tidak inti atau fenomena tidak inti.

Grounded theory menggunakan teknik pengumpulan data melalui membandingkan, studi lapangan, melihat situasi yang didasarkan pada penilaian, dan juga observasi.

Histori

Sesuai dengan namanya, ini adalah metode penelitian yang meneliti tentang kejadian di masa lampau, dan juga sering digunakan untuk meneliti rekonstruksi di masa lalu. Sumber yang digunakan pada metode histori adalah catatan sejarah yang ada, dan melakukan wawancara dengan saksi hidup (orang yang langsung mengalami atau terlibat dari kejadian tersebut dan masih hidup sampai saat ini).

Menggunakan catatan sejarah merupakan cara yang paling mudah untuk mengumpulkan data. Atau peneliti juga dapat menggunakan laporan verbal dari saksi hidup yang dapat dipertanggungjawabkan dan artefak yang ada.

Ciri khas penelitian metode histori terletak pada bagian waktu, yaitu waktu di masa lampau. Peneliti harus siap untuk melakukan observasi karena mungkin data yang dicari sebagian hilang atau tidak tercatat. Peneliti juga harus berhati-hati dalam mengurutkan data mengingat waktu harus akurat dalam kajian sejarah.

Etnografi

Etnografi merupakan jenis penelitian yang sering digunakan untuk kajian bahasa, komunikasi, atau perilaku masyarakat. Penelitian ini memiliki 2 konsep dasar untuk pijakan penelitian, yaitu aspek budaya atau antropologi untuk kajian terkait budaya, dan konsep linguistik atau bahasa yang fokus pada kajian bahasa di suatu kelompok.

Metode penelitian etnografi biasanya digunakan pada penelitian yang bertujuan mengetahui fungsi bahasa di suatu budaya masyarakat, meneliti interaksi sosial, cara hidup, atau kepercayaan yang dianut oleh suatu kelompok. Contoh penelitian kualitatif ini adalah perkembangan komunikasi di masyarakat.

Prosedur Penelitian Kualitatif

instrumen penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif terdiri dari 3 tahap utama menurut Sugiyon (2007) yaitu sebagai berikut:

1. Tahap orientasi atau deskripsi

Pada tahap orientasi berisi deskripsi mengenai hal-hal yang dirasakan, didengar, dan dilihat oleh peneliti. Di bagian ini peneliti baru mengumpulkan data sekilas.

2. Tahap Reduksi

Semua informasi yang telah diperoleh peneliti akan direduksi sehingga akan ditemukan masalah yang menjadi fokus penelitian.

3. Tahap Seleksi

Peneliti menjelaskan fokus penelitian yang telah ditetapkan secara terperinci, dan melakukan analisa mendalam mengenai fokus masalah. Selanjutnya tema penelitian akan disusun berdasarkan data yang diperoleh menjadi hipotesis, pengetahuan, atau teori baru.

Berdasarkan 3 tahap tersebut, Sudjana (2000) menjabarkannya menjadi 7 langkah penelitian yaitu sebagai berikut:

1. Identifikasi Masalah

Masalah adalah kondisi yang menyebabkan peneliti berpikir, bertanya, dan berusaha mencari kebenaran. Masalah ini terjadi karena ada hal yang dipikirkan dan diharapkan berbeda dengan kenyataan, jadi peneliti merasa tertantang untuk menemukan jawabannya melalui penelitian kualitatif.

Saat mengidentifikasi masalah biasanya akan muncul pertanyaan seperti mengapa, apakah, dan bagaimana. Peneliti sebaiknya mengungkapkan semua masalah yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti ketika melakukan identifikasi masalah.

2. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian kualitatif juga sering dikenal dengan fokus penelitian. Di bagian ini masalah yang telah diidentifikasi akan dipertimbangkan dan dikaji untuk direduksi, dengan pertimbangan ruang lingkup kajian.

Ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk memudahkan peneliti menemukan batasan masalah dalam metode penelitian kualitatif seperti:

– Apakah masalah tersebut dapat dikembangkan menjadi penelitian?
– Apakah ada data yang dapat dikumpulkan untuk mencari jawaban masalah penelitian?
– Apakah masalah yang dipilih dan pemecahannya akan bermanfaat?
– Apakah ada rang yang sudah memecahkan masalah tersebut sebelumnya?

3. Menentukan Fokus Penelitian

Di bagian ini, peneliti akan membatasi kajian dan membatasi bidang temuan. Peneliti menentukan kriteria data yang akan digunakan, dan memilih data-data yang relevan dengan judul penelitian.

Dalam penelitian kualitatif, penetapan fokus penelitian mungkin baru dapat ditetapkan atau dipastikan ketika peneliti terjun langsung di lapangan. Biasanya hal seperti ini terjadi ketika fokus masalah yang dirumuskan tidak dapat dilakukan di lapangan sehingga fokus penelitian dialihkan.

4. Pengumpulan Data

Di tahap ini peneliti perlu menyiapkan rancangan penelitian, menentukan latar penelitian, mengajukan perijinan penelitian, menentukan sumber data, dan menentukan teknik pengumpulan data penelitian kualitatif. Selanjutnya, peneliti menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penelitian.

5. Pengolahan Data

Analisis data pada penelitian kualitatif mencakup pengolahan data sejak peneliti memasuki lapangan. Hal yang sama kemudian dilakukan secara kontinyu sampai tidak ada lagi informasi baru yang diperoleh. Di bagian ini, hasil analisis data akan berkembang sesuai perubahan data di lapangan.

6. Memunculkan Teori

Dalam penelitian kualitatif, teori memiliki peran yang berbeda dari penelitian kuantitatif. Penelitian bekerja secara induktif untuk menemukan hipotesis. Penggunaan teori menjadi alat dan tujuan, di mana peneliti dapat melengkapi teori yang ada dan temuan penelitian mungkin menjadi teori baru.

7. Melaporkan Hasil Penelitian

Laporan penelitian adalah bentuk pertanggungjawaban setelah melakukan proses penelitian. Pelaporan tertulis tersebut memiliki nilai guna seperti sebagai hasil realisasi kajian ilmiah, sebagai kelengkapan dari proses penelitian yang wajib dipenuhi peneliti, dokumen autentik kegiatan ilmiah, jurnal penelitian kualitatif, dan karya nyata untuk berbagai kebutuhan yang relevan.

Demikian sedikit informasi mengenai penelitian kualitatif. Semoga informasi tersebut dapat membantu Anda yang akan melakukan penelitian ini.

Leave a Comment