Pengetian Penelitian Kuantitatif dan Langkah-langkah Melakukannya

Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kamu perlu memilih salah satu ketika kamu melakukan penelitianmu sendiri, misal untuk skripsi.

Dan dalam ulasan di bawah ini, kamu bisa temukan penjelasan lengkap mengenai penelitian kuantitatif, mulai dari definisi, tujuan, asumsi, karakteristik atau ciri penelitian kuantitatif, hingga jenis serta prosedur penelitiannya. Selamat membaca!

Pengertian Penelitian Kuantitatif

karakteristik penelitian kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah rerangka penelitian yang paling dominan dalam dunia penelitian. Metode penelitian yang satu ini mengacu pada serangkaian strategi, teknik, dan asumsi yang digunakan untuk mempelajari sesuatu melalui pola angka (numeric pattern).

Dalam metode penelitian kuantitatif, kamu sebagai peneliti akan mengumpulkan beragam data numerik. Dari data-data yang kamu kumpulkan, ada data yang secara bawaan bersifat kuantitatif, seperti gaji, jumlah anak, dan sebagainya.

Sementara itu, ada juga situasi di mana struktur numerik diterapkan, yang sering ditemukan lewat penggunaan skala. Contohnya pertanyaan seperti ‘Dari skala 1 sampai 10, seberapa puas Anda dengan pelayanan yang diterima?’

Pengumpulan informasi kuantitatif membantu peneliti untuk menjalankan analisis statistik, sederhana maupun rumit, untuk mengagregasi data dalam rata-rata, persentase, atau lainnya, menunjukkan hubungan antar data, atau membandingkan data agregasi.

Dalam menjalankan penelitian, penggunaan instrumen penelitian kuantitatif seperti kuesioner, observasi terstruktur, atau eksperimen biasa digunakan, namun penerapannya berbeda dalam penelitian kualitatif. Pasalnya, penelitian kualitatif melibatkan pengumpulan dan analisis narasi dan/atau observasi terbuka melalui penggunaan instrumen seperti wawancara, focus group, atau etnografi.

Pengertian Penelitian Kuantitatif Menurut para Ahli

Ulasan di atas merupakan definisi dari penelitian kuantitatif secara keseluruhan. Lebih jauh lagi, masih ada beberapa definisi penelitian kuantitatif menurut para ahli yang bisa bantu kamu agar lebih memahami metode penelitian yang satu ini dengan lebih jelas.

Berikut ini adalah beberapa definisi penelitian kuantitatif menurut ahli:

Kasiran

Kasiran mendefinisikan penelitian kuantitatif sebagai upaya peneliti dalam menyuguhkan data berbentuk angka, yang digunakan untuk melakukan analisis dan mencari hubungan sebab-akibat (kausalitas) dan hubungan antar data.

Cresswell

Cresswel mendefinisikan penelitian kuantitatif sebagai proses penyelidikan masalah dengan cara mengambil data, menentukan variabel, dan mengukurnya secara kuantitatif agar analisis dapat dilakukan sesuai dengan prosedur statistik yang berlaku.

Punch

Definisi dari Punch menjelaskan bahwa metode penelitian ini merupakan penelitian empiris untuk mengumpulkan data dalam bentuk angka yang dapat dihitung.

Beryman

Beryman mendefinisikan metode penelitian ini sebagai proses penelitian yang meliputi teori, desain, hipotesis, dan penentuan subjek. Penelitian kemudian didukung dengan pengumpulan, pemrosesan, dan analisis data, dan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kesimpulan.

Tujuan dari Penelitian Kuantitatif

analisis data kuantitatif

Lantas, apa tujuan penelitian kuantitatif, ya? Tujuan dari metode penelitian yang satu ini adalah untuk menghasilkan pengetahuan dan membentuk pemahaman mengenai dunia sosial. Para peneliti penggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengamati fenomena atau keterjadian yang memengaruhi para individu.

Di samping itu, metode penelitian yang satu ini juga bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan berbagai model matematis, teori, dan/atau hipotesis yang terkait dengan fenomena yang diamati.

Dalam metodologi penelitian kuantitatif, pengukuran (measurement) adalah proses penting dan vital untuk mencapai tujuannya. Sebab, proses pengukuran ini lah yang akan membantu menunjukkan adanya hubungan fundamental antara observasi empiris dan bentuk matematis dari hubungan kuantitatif.

Penerapan metode penelitian ini tak hanya ditemukan dalam penelitian di bidang ilmu sosial saja, tapi juga alam – mulai dari fisika, biologi, sampai ekonomi, psikologi, sosiologi, hingga jurnalisme. Tak hanya itu saja, baik penelitian kuantitatif dan kualitatif juga dapat diterapkan sebagai metode penelitian dalam dunia pendidikan.

Asumsi Penelitian Kuantitatif

Di dalam pendekatan penelitian kuantitatif, berikut ini adalah beberapa asumsi yang juga membentuk sifat penelitian kuantitatif. Asumsi-asumsi tersebut meliputi:

  • Realita bersifat objektif, ada di luar sana, dan tidak terpengaruh oleh peneliti (independen).
  • Realita adalah sesuatu yang dapat dipelajari secara objektif.
  • Peneliti harus tetap menjaga jarak dan independent (tidak memengaruhi maupun terpengaruh) oleh objek yang sedang diteliti.
  • Penelitian yang dilakukan bebas dari nilai. Artinya, nilai dari peneliti tidak memengaruhi atau menjadi bagian dari penelitian.
  • Penelitian dilakukan didasarkan semata-mata pada bentuk deduktif logika dan teori-teori.
  • Hipotesis dalam penelitian kuantitatif diuji atau dites menurut sebab-akibatnya.
  • Tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan generalisasi yang bisa memberikan kontribusi bagi teori.
  • Penelitian dapat membantu peneliti untuk memprediksi, menjelaskan, dan memahami fenomena yang diamati dan diteliti.

Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Dan berikut ini adalah karakteristik penelitian kuantitatif yang membedakannya dengan penelitian kualitatif, yaitu:

1. Mengandung variabel-variable yang dapat diukur

Dalam penelitian kuantitatif, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengandung hal-hal yang dapat menarik karakteristik keterukuran dari populasi. Karakteristik-karakteristik keterukuran tersebut disebut sebagai variabel penelitian. Beberapa contoh variabel penelitian kuantitatif misalnya usia, jumlah anak, status pendidikan, dan status ekonomi.

2. Menggunakan instrumen penelitian yang terstandar

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi kuesioner, polling, atau survei. Adanya instrumen terstandar yang telah teruji sebelumnya kemudian menjamin akurasi, keandalan, dan validitas data.

3. Menggunakan asumsi distribusi populasi normal

Agar analisis data kuantitatif menjadi semakin andal, kurva distribusi populasi normal lebih disukai dalam jenis penelitian kuantitatif dibandingkan distribusi populasi yang non-normal. Karena populasi yang dibutuhkan besar, jumlahnya bergantung pada keragaman karakteritsik populasi. Akibatnya, peneliti harus menerapkan prinsip dari random sampling untuk menghindari bias dalam menginterpretasi hasil yang diperoleh.

4. Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau angka

Data-data yang diperoleh menggunakan metode penelitian ini diolah dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau angka untuk menunjukkan tren, hubungan, maupun perbedaan antar variabel. Dengan cara ini, hasil penelitian pun akan bisa dipahami dengan lebih mudah.

5. Menggunakan metode yang dapat digunakan berulang

Tak hanya itu saja, peneliti juga bisa mengurangi metode yang digunakan dari penelitian lain untuk melakukan konfirmasi atau verifikasi temuan dalam situasi atau tempat yang berbeda. Misalnya metode penelitian yang dilakukan di Amerika kemudian diulang di Indonesia. Cara ini dapat mempertegas validitas temuan penelitian serta mengeliminasi peluang adanya kesimpulan yang keliru.

6. Dapat memprediksi hasil (outcome)

Model atau formula kuantitatif yang diturunkan dari analisis data dapat memprediksi outcome atau hasil. Di sini, skenario if-then dapat dibangun menggunakan perhitungan matematis yang kompleks dengan bantuan komputer.

7. Menggunakan alat pengukuran

Saat ini, analisis data kuantitatif jadi lebih mudah berkat kemajuan teknologi, termasuk yang digunakan untuk mengumpulkan hingga mengukur data kuantitatif yang diperoleh dari lapangan.

Instrumen tersebut menjamin bahwa data yang disediakan secara objektif dan akurat dapat dikalibrasi – artinya instrumen penelitian yang digunakan peneliti sesuai dengan pengukuran instrumen yang dianggap standar.

Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif

Berikut ini adalah jenis-jenis penelitian kuantitatif yang penting untuk kamu ketahui, yaitu:

1. Eksperimen

Jenis metode penelitian kuantitatif yang satu ini bergantung pada teori dan biasanya didasarkan pada satu teori atau lebih. Biasanya, teori yang dimaksud adalah teori yang belum dibuktikan di masa lalu sehingga masih sebatas ide, keyakinan, atau kepercayaan.

Dalam penelitian eksperimen, peneliti akan mengendalikan atau memanipulasi variabel independen untuk mengukur efek atau pengaruhnya terhadap variabel dependen. Karena sifat dari eksperimen, metode yang satu ini paling umum digunakan dalam penelitian di bidang ilmu alam.

2. Survei

Survei merupakan alat paling fundamental atau mendasar dalam metodologi dan studi penelitian deskriptif kuantitatif. Alat ini digunakan untuk menanyakan pertanyaan kepada sekelompok responden yang menjadi sampel, baik itu secara online maupun lembaran kuesioner cetak.

Jenis penelitian kuantitatif yang satu ini dapat dilakukan terhadap kelompok audiens tertentu, maupun dilakukan terhadap beberapa kelompok sekaligus yang kemudian akan diolah lewat analisis komparatif. Syarat untuk survei adalah pemilihan sampel responden yang harus dilakukan secara acak untuk menjaga akurasi hasil yang diperoleh.

3. Observasi sistematis

Obersevasi sistematis dilakukan dengan cara mengidentifikasi perilaku atau keterjadian yang diteliti, serta mengawasi (monitoring) perilaku atau keterjadian tersebut dalam kondisi normal atau alaminya. Dengan begitu, peneliti sama sekali tidak campur tangan untuk memengaruhi hasil pengamatan.

Dalam prosesnya, observasi dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu, misalnya hari, minggu, bulan, tahun, atau bahkan dekade. Selain itu, observasi juga dapat dilakukan hanya untuk satu waktu saja.

4. Penelitian sekunder

Sementara itu, tipe penelitian kuantitatif yang satu ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang sudah ada, atau data sekunder. Data yang sudah ada tersebut kemudian akan dirangkum dan digunakan untuk meningkatkan efektivitas penelitian. Contohnya data yang diperoleh dari jurnal penelitian kuantitatif lainnya.

Metode penelitian kuantitatif yang satu ini dapat membantu peneliti melakukan validasi data primer, atau data yang diperoleh dari penelitiannya. Penelitian sekunder atau secondary research ini juga disebut sebagai desk research.

Langkah-Langkah dalam Melakukannya

Untuk melakukan penelitian kuantitatif, ada serangkaian langkah sistematis yang harus kamu ikuti. Seluruh langkah ini pasti diikuti, dan bisa kamu temukan dalam berbagai contoh penelitian kuantitatif yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah.

1. Buat rumusan masalah

Sebelum melakukan penelitian, kamu sebagai peneliti harus menentukan rumusan masalah. Secara garis besar, rumusan masalah adalah apa yang ingin kamu teliti. Rumusan masalah ini harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, bukan pernyataan.

2. Tentukan landasan teori

Setelah merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan, langkah berikut adalah menentukan landasan teori untuk penelitian kuantitatif yang akan kamu lakukan. Tujuannya adalah sebagai salah satu cara untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian yang sudah kamu rumuskan. Dan pastinya, teori yang kamu pilih harus relevan dengan tema penelitian, ya!

3. Rumuskan hipotesis

Hipotesis bisa disebut sebagai jawaban yang diperoleh dari teori dan telah diuji. Tapi, hipotesis ini adalah jawaban yang bersifat sementara dan perlu kamu uji dulu kebenarannya lewat penelitianmu.

4. Kumpulkan data

Proses pengumpulan data dilakukan untuk membantumu memperoleh solusi dan jawaban atas hipotesis. Dalam proses ini, kamu perlu menggunakan instrumen penelitian untuk mendapatkan data. Tak hanya itu saja, kamu juga harus menguji instrumen untuk mengetahui validitas dan keandalannya.

5. Analisis data

Setelah mendapatkan data, langkah berikut adalah menganalisisnya agar kamu sebagai peneliti bisa menjawab hipotesis yang sudah dirumuskan sebelumnya. Analisis data untuk penelitian kuantitatif umumnya dilakukan dengan menggunakan statistika.

6. Kesimpulan

Setelah kamu menganalisis data, hal berikut yang kamu lakukan adalah membuat kesimpulan yang berisi hasil pengujian hipotesis. Singkatnya, kesimpulan menyatakan apakah hipotesis yang dirumuskan ditolak atau diterima. Perumusan kesimpulan ini dibuat secara singkat, padat, dan jelas.

Leave a Comment