Pengertian Induktor, Fungsi dan Jenisnya

Indikator masuk ke dalam kelompok komponen elektronika pasif yang biasanya ditemui di alat elektronik, seperti mikrofon dan relay. Kedua alat elektronik tersebut membutuhkan komponen yang dapat menghasilkan suatu medan elektromagnetik. Apa sebenarnya pengertian induktor?

Pengertian Induktor

Induktor adalah salah satu jenis komponen elektronik dalam rangkaian listrik, yang kuat arusnya tidak stabil atau selalu mengalami perubahan. Pasalnya, induktor itu sendiri memiliki kemampuan untuk menangani arus bolak-balik atau AC.

Sebuah induktor idealnya memiliki induktansi. Komponen ini tidak mengkonsumsi daya listrik dalam jumlah besar, meskipun tidak memakai kapasitansi dan resistansi.

Kuat arus listrik yang mengalir melewati induktor akan mempengaruhi tegangan listrik yang dihasilkan oleh komponen tersebut. Perbandingannya lurus sehingga semakin besar arus listrik artinya semakin besar pula tegangan yang dihasilkan.

Induktor dapat menghasilkan suatu medan magnet sesuai dengan kebutuhan rangkaian tersebut. Bentuk umum dari induktor ini adalah kumparan atau koil dengan jumlah lilitan kawat tertentu.

Sifat dari induktor adalah pasif, sama seperti resistor dan kapasitor. Pasif yang dimaksud di sini adalah komponen tersebut tak membutuhkan tegangan listrik dari luar rangkaian. Nilai dari induktor dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

  • Inti komponen
  • Diameter komponen
  • Jumlah lilitan kawat.

Fungsi Induktor (Coil)

Mengapa induktor atau coil ini sering dijumpai dalam peralatan elektronik? Tentu saja karena komponen tersebut memiliki fungsi. Coil sendiri memiliki fungsi utama untuk mengantisipasi arus tidak stabil yang melaluinya. Sedangkan fungsi dari coil secara lebih lengkap antara lain:

  • Membentuk medan magnet yang berguna untuk menyimpan arus listrik.
  • Sebagai penahan dari arus bolak-balik atau AC.
  • Menyalurkan arus yang sifatnya searah atau DC.
  • Sebagai tunning atau penalaan dan filter atau penapis.
  • Tempat terciptanya suatu medan magnet.
  • Kapasitor dan induktor yang digabungkan akan berfungsi untuk meresonansi pada frekuensi tingkat tinggi.
  • Sebagai transformator jika terdapat setidaknya dua buah induktor yang digabungkan secara magnetik.
  • Meningkatkan nilai tegangan menjadi berkali-kali lebih besar.
  • Membangkitkan getaran dalam peralatan elektronik.

Jenis – Jenis Induktor (Coil)

macam macam induktor

Berdasarkan bentuk serta material penyusun, coil atau induktor dibagi menjadi 6 jenis. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai jenis atau macam macam induktor:

Iron Core Inductor

Iron core inductor merupakan induktor inti besi dalam bahasa Indonesia. Seperti namanya, inti dari iron core inductor menggunakan material besi. Ukuran diameter inti besi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing peralatan elektronik.

Air Core Inductor

Jenis yang kedua disebut air core inductor atau induktor inti udara. Karena intinya hanya berupa udara yang tak kasat mata, induktor jenis ini juga sering disebut tanpa inti.

Ferrite Core Inductor

Induktor yang ketika ini biasa dijumpai pada perangkat elektronik yang memiliki rangkaian rumit di dalamnya. Seperti namanya, induktor ini memiliki inti yang terbuat dari bahan ferit.

Ferit sendiri pada dasarnya terbuat dari besi namun memiliki kadar karbon yang jauh lebih tinggi dibandingkan besi pada umumnya. Oleh karena itu, material ini cenderung lebih mudah patah atau pecah.

Torroidal Core Inductor

Jenis torroidal core inductor ini memiliki inti yang bentuknya melingkar seperti cincin atau huruf O. Setelahnya kawat dililitkan pada inti tersebut hingga bentuknya menyerupai donat. Umumnya, komponen seperti ini ditemukan dalam televisi.

Keunggulan dari induktor torroid ini adalah mempunyai kemungkinan fluks bocor yang jauh lebih rendah dibandingkan jenis lainnya.

Laminated Core Inductor

Inti laminated core inductor merupakan gabungan dari beberapa jenis material. Lempengan bahan-bahan tersebut disusun dengan model paralel. Di antara material yang berbeda ada sekat yang terbuat dari bahan isolator.

Variable Inductor

Jenis induktor yang terakhir adalah variable inductor atau induktor variabel. Komponen yang satu ini merupakan pengembangan dari induktor ferit. Perbedaannya adalah nilai variable inductor ini bisa diubah dan diatur sesuai kebutuhan, dengan cara memutar bagian inti ferit.

Fungsi dan Kegunaan Induktor

Setelah kita memahami pengertian induktor diatas, mari lebih dalam mengulas fungsi induktor yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari terkhusus pada peralatan elektronik.

Fungsi induktor sebenarnya sudah dijabarkan pada poin sebelumnya yaitu menggandakan besarnya tegangan listrik yang melewati dan menimbulkan getaran.

Selain itu, induktor juga dapat meneruskan listrik arus DC atau searah, menahan arus listrik AC atau bolak-balik, filter frekuensi tertentu, serta menyimpan listrik dalam sebuah medan magnet.

Karena fungsinya yang cukup banyak tersebut, induktor kemudian digunakan sebagai komponen elektronik. Berikut ini beberapa contoh aplikasi induktor dalam peralatan elektronik:

  • Penyaring frekuensi pada radio
  • Mikrofon
  • Speaker
  • Relay
  • Motor listrik
  • Transformator
  • Solenoid
  • Perangkat lainnya yang menghasilkan atau menerima frekuensi

Simbol Induktor

lambang induktor

Simbol atau lambang induktor ada 4 macam yang dibedakan berdasarkan jenis induktor itu sendiri. Berikut ini uraiannya:

  • Iron core induktor atau inti besi dilambangkan dengan gambar kumparan serta dua garis vertikal di sebelah kanannya.
  • Induktor inti ferit atau ferrite core induktor memiliki simbol kumparan dengan dua garis vertikal putus-putus di sisi kanan.
  • Induktor tanpa inti atau air core inductor dilambangkan hanya dengan gambar kumparan tanpa tambahan apa pun.
  • Konduktor variabel atau variable digambarkan dengan bentuk kumparan yang ditambah dengan anak panah mengarah ke kanan atas melintasi bagian tengah kumparan.

Rumus Perhitungan Induktor

Setiap ada perubahan fluks magnetik yang terjadi akan menghasilkan suatu tegangan industri. Hal ini terdapat dalam hukum Faraday dan bisa dituangkan pada rumus di bawah ini:

Keterangan:

N: jumlah lilitan
A: luas penampang inti konduktor (m2)
Φ: fluks magnetik (Wb)
µ: nilai permeabilitas dari material inti induktor
l: panjang atau tinggi induktor (m)
di/dt: kecepatan perubahan arus dalam satuan waktu (A/s)

Kecepatan perubahan medan magnetik yang memberikan induksi pada tegangan listrik memiliki nilai yang sama dengan kecepatan arus listrik, sehingga bisa dituliskan dalam rumus berikut:

macam macam induktor

Atau

 

 

L pada rumus tersebut mengacu pada induktansi induktor yang dapat dihitung dengan rumus:

 

 

Sehingga tegangan induksi yang terdapat pada komponen induktor dapat ditulis sebagai berikut:


Satuan induktor adalah Henrey atau H.

Cara Kerja Induktor

Prinsip kerja induktor pada dasarnya sama dengan hukum Faraday. Ketika suatu induktor dialiri arus listrik sebesar i dan melewati kawat yang melilit, maka muncullah sebuah medan induksi atau NΦ di sekitar induktor yang nilainya berbanding lurus dengan besarnya medan magnet dan kuat arus.

Jadi, induktor dapat melakukan perubahan pada arus listrik yang diterimanya secara tidak langsung. Caranya adalah menggunakan metode induktansi atau tidak mengubah tegangan yang diterima menjadi medan magnet.

Perhitungan kemampuan induktansi ini menggunakan hukum Henry dan dilambangkan dengan L. Satuan induktansi adalah Henry, namun ada pula satuan yang nilainya lebih kecil yaitu picohenry (pH), mikroHenry (µH), dan miliHenry (mH).

Besar kecilnya induktansi dari sebuah induktor sangat ditentukan oleh keempat faktor berikut:

  1. Jumlah lilitan berbanding lurus dengan induktansi. Induktansi akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah lilitan.
  2. Diameter induktor pun berbanding lurus dengan nilai induktansi. Nilai induktansi akan semakin tinggi ketika induktor memiliki diameter yang besar.
  3. Jenis bahan yang dipakai untuk inti.
  4. Panjang induktor yang berbanding terbalik dengan nilai induktansi. Semakin pendek induktor justru nilai induktansinya semakin tinggi.

Rangkaian Induktor

Kapasitor dan induktor

Komponen pasif dalam rangkaian listrik bisa dirangkai atau dihubungkan dengan sistem seri dan paralel, begitu pula dengan induktor. Tujuan dari pembuatan rangkaian adalah mendapatkan nilai induktansi yang sesuai kebutuhan.

Rangkaian Seri Induktor

Rangkaian seri induktor terdiri atas 2 komponen atau lebih induktor yang dihubungkan dengan posisi yang sejajar atau membentuk seri. Nilai induktansi yang dihasilkan oleh rangakaian ini bisa dihitung dengan menambahkan seluruh nilai induktansi dari masing-masing induktor.

Jadi rumusnya adalah:

Ltotal=L1+ L3+ L3+...+ Ln

Rangkaian Paralel Induktor

Sementara rangkaian paralel induktor adalah cara merangkai induktor dengan membentuk sebuah deretan. Untuk menghitung total nilai induktansinya pun digunakan rumus yang berbeda.

1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + ….. + 1/Ln

Dari penjelasan lengkap mengenai pengertian induktor di atas bisa disimpulkan bahwa komponen ini sangat penting dalam rangkaian elektronika. Komponen ini seperti menjadi nyawa untuk peralatan elektronik yang berhubungan dengan frekuensi.

Leave a Comment