Pengertian Relay Fungsi dan Cara Kerja

Perangkat elektronika memiliki jenis dan manfaat yang sangat beragam. Hal tersebut sejalan dengan sumber energinya yang ramah lingkungan serta mudah digunakan. Komponennya sendiri terdiri dari banyak bagian-bagian kecil. Salah satunya adalah relay. Apa pengertian relay?

Setiap komponen elektronika pasti memiliki fungsinya masing-masing. Hal tersebut juga berlaku pada komponen relay. Komponen ini memiliki fungsi untuk memanipulasi arus dan tegangan listrik. Pada akhirnya, hal tersebut akan mempengaruhi fungsi logic gate, sehingga harus tahu pengertian logic gate.

Pengertian Relay

Apa itu relay? Relay adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi kurang lebih seperti saklar (switch). Bedanya, pengoperasian relay dilakukan dengan cara memanipulasi gelombang elektronik, sehingga relay bisa aktif dan mati sesuai kebutuhan.

Sebagai komponen elektromekanik, relay listrik memiliki dua komponen utama, yaitu coil (elektromagnet) dan komponen mekanik (switch). Prinsip kerja relay juga cukup sederhana, yaitu memanfaatkan coil untuk membuat gerakan mekanik yang memutus maupun menyambung arus.

Fungsi Relay dan Pengaplikasian Relay

Komponen relay terdiri dari beberapa komponen lain, seperti lilitan kawat tembaga yang berfungsi sebagai magnet, spring (peer), iron core (inti besi), amature, dan switch. Semua itu kemudian digabungkan menjadi sistem elektromekanik.

Apa fungsi relay? Relay sendiri memiliki beberapa kegunaan, yaitu:

  • Menjalankan fungsi logika
  • Melakukan fungsi penundaan waktu (time delay function)
  • Mengendalikan sirkuit yang bertegangan tinggi
  • Melindungi komponen lain dari kelebihan tegangan

Macam-Macam Jenis Relay

Berdasarkan Posisi Awal dari Kontak Point (Relay NO NC)

  • Normally Close, dimana relay dalam keadaan close (tertutup) atau terhubung sebelum diaktifkan
  • Normally Open, dimana relay dalam keadaan open (terbuka) atau terputus sebelum diaktifkan

Jenis-Jenis Relay Berdasarkan Jumlah Pole Throw

  • Single Pole Single Throw (SPST)
  • Single Pole Double Throw (SPDT)
  • Double Pole Single Throw (DPST)
  • Double Pole Double Throw (DPDT)

Jenis Modul Pada Relay

Modul relay adalah komponen-komponen yang penyusun relay itu sendiri. Modul ini juga cukup sederhana, akan tetapi fungsinya sangat krusial. Rangkaian modul relay disusun sedemikian rupa agar bisa berfungsi dengan baik.

Di bawah ini merupakan sedikit ulasan mengenai bagian-bagian relay tersebut:

1. Electromagnet (Coil)

Elektromagnet dibuat dari iron core yang dililiti dengan kawat tembaga, sehingga saat dialiri listrik akan menimbulkan medan magnet.

2. Amature

Amature berfungsi sebagai switch. Komponen ini digunakan untuk menghidupkan dan mematikan relay sesuai dengan kebutuhan.

3. Spring

Spring atau pegas juga berperan aktif dalam proses menghidupkan dan mematikan relay. Spring berguna untuk menarik kembali amature ke posisi awal jika aliran listrik di electromagnetic dihentikan.

4. Iron Core (Inti besi)

Iron core yang sudah dililiti kawat tembaga akan dialiri listrik, sehingga menimbulkan gaya magnetik. Gaya tersebut akan menarik mature,sehingga terjadi perubahan posisi. Untuk mengembalikannya hanya perlu memutus arus listrik, sehingga amature kembali ke posisi semula.

Keuntungan Menggunakan Relay

Fungsi relay pada panel listrik cukup beragam, tentunya semua itu akan memberikan keuntungan. Lalu, apa keuntungan yang akan didapatkan? Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang akan didapatkan saat menggunakan relay:

  • Sebagai switch elektromagnetik
  • Membuat saklar berusia lebih lama
  • Membuat lampu menyala lebih terang
  • Mengurangi hambatan, menaikan daya listrik, dan kuat arus listrik
  • Melindungi saklar kombinasi
  • Dapat untuk membuat kunci pengaman

Arti Pole dan Throw pada Relay

Simbol relay digambarkan sama seperti saklar atau switch. Mereka sama sama memiliki simbol kontak dengan pole dan throw yang berjumlah cukup banyak.
Pole sendiri didefinisikan sebagai banyaknya kotak yang terdapat pada relay. Sedangkan untuk throw sendiri didefinisikan sebagai banyaknya kondisi yang dapat terjadi pada kontak point

Aplikasi relay disesuaikan dengan jenisnya, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal. Untuk uraian jenis-jenis relay akan dijelaskan berikut ini:

1. Single Pole Single Throw (SPST)

SPDT relay memiliki empat kaki terminal. Dua kaki terminal digunakan untuk kumparan dan dua lainnya berfungsi sebagai pole dan throw.

2. Single Pole Double Throw (SPDT)

Spesifikasi relay SPDT terdiri dari tujuh kaki terminal. Dua kaki untuk kumparan, satu kaki untuk pole, dan empat kaki digunakan untuk throw.

3. Double Pole Single Throw (DPST)

DPST menggunakan lima terminal relay, dimana dua terminal untuk kumparan, satu kaki digunakan untuk throw dan dua lainnya untuk pole.

4. Double Pole Double Throw (DPDT)

Relay DPDT memiliki skema relay yang lebih rumit dibandingkan jenis lainnya. Sebab, jenis ini terdiri dari delapan terminal dimana dua terminal untuk pole, empat terminal untuk throw serta dua terminal sebagai kumparan.

Cara Kerja Relay

Memahami cara kerja aplikasi relay sebenarnya cukup sederhana, apalagi jika ditambah dengan bantuan gambar relay. Cara kerja relay 8 kaki, cara kerja relay 4 kaki, dan lainnya, memiliki cara yang tidak jauh berbeda. Di bawah ini merupakan uraian tentang cara kerja relay:

Iron core akan dililit menggunakan kawat tembaga. Hasil lilitan tersebut akan menghasilkan gaya magnet apabila dialiri dengan listrik. Jenis arus yang digunakan disesuaikan dengan jenis relaynya, apakah itu relay AC atau relay DC.

Gaya magnet tersebut akan menarik bagian amature, sehingga merubah posisi mati menjadi hidup atau sebaliknya. Apabila arus listrik dihilangkah, maka gaya magnet yang menarik amature akan hilang juga. Kemudian amature ditarik oleh spring dan kembali ke posisi awalnya.

Cara memasang panel listrik ini tidak berbeda dengan komponen lainnya. Menempatkan bagian kontaktor dan fungsinya secara tepat sesuai simbol panel listrik menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Tujuannya agar relay dapat berfungsi normal dan awet.

Nah, dari pengertian relay yang telah dijabarkan di atas, maka kita menjadi tahu segala hal dengan relay. Mulai dari pengertian, fungsi, jenis, jenis modul, keuntungan menggunakannya, hingga arti pole dan throw, serta cara kerja relay. Tak hanya relay, kita juga harus tahu pengertian arus listrik juga, ya.

Leave a Comment