Pengertian Transducer dan Jenis-jenisnya Dalam Komponen Elektronika

Sebuah perangkat elektronik tersusun dari beberapa komponen perangkat lainnya untuk membantu kinerjanya, salah satunya adalah transducer. Meskipun sudah sering digunakan, namun masih banyak yang belum mengetahui pengertian transducer.

Karena kehadirannya sangat penting, dan sering digunakan maka disini akan dibahas pengertian transducer, macam-macam transduser, aplikasi transduser, dan sebagainya secara lengkap.

Apa itu Transducer

Transducer adalah salah satu komponen dalam perangkat elektronik yang memiliki kemampuan untuk mengubah energi ke bentuk energi lainnya yang beragam. Kehadiran komponen ini sangat penting, dan sebenarnya sudah banyak contoh transduser yang ada.

Fungsi transduser adalah mengubah sebuah energi dari sumber menjadi energi lainnya pada outputnya. Misalnya mengubah energi listrik menjadi sebuah energi bunyi, energi mekanik, energi cahaya, dan berbagai energi lainnya.

Klasifikasi Transduser

transducer adalah

Menurut William D.C, 1993 ada dua Klasifikasi transduser yakni self generating transduser, dan juga external generating. Berikut ini adalah penjelasan yang dimiliki oleh kedua klasifikasi transduser tersebut.

Self Generating Transducer

Transduser ini merupakan transduser pembangkit sendiri, dan hanya membutuhkan satu sumber energi saja untuk melakukannya. Jadi fungsinya disini sebagai sumber tegangan, dan mampu menghasilkan energi listrik langsung dari transducer ini.

External Generating

Berbeda dengan yang sebelumnya kali ini ada transduser yang membutuhkan energi dari luar supaya bisa menghasilkan energi keluar. Contoh transduser yang satu ini adalah NTC, Potensiometer, dan masih banyak lagi.

Jenis-jenis Transducer

transduser aktif dan pasif

Sama seperti klasifikasinya untuk jenis dari transducer ini terbagi menjadi dua jenis utama. Untuk penjelasan macam-macam transduser berdasarkan jenisnya, yakni:

Transducer Input (Input Transducer)

Sebuah transduser yang mampu menghasilkan energi listrik ataupun resistansi yang nantinya akan diubah ke sinyal atau tegangan listrik. Sumber utama dari transduser ini adalah energi fisik seperti, cahaya, suhu, tekanan, maupun suara.

Contoh alat transducer nya adalah mikrofon yang mampu mengubah gelombang suara sehingga menjadi sinyal listrik. Kemudian sinyal ini dihantarkan melalui sebuah kabel listrik. Transducer ini termasuk salah satu contoh sensor.

Transducer Output (Output Transducer)

Berbanding terbalik dengan yang sebelumnya transduser ini mengubah sinyal listrik ke energi fisik. Misalnya loudspeaker yang mengkonversi sinyal listrik menjadi suara, sehingga suaranya dapat didengar oleh orang banyak.

Ada banyak sekali perangkat elektronika yang termasuk ke dalam komponen ini. Berikut ini adalah beberapa contoh perangkat listrik yang termasuk dalam transduser output, yakni:

  • Lampu yang mengkonversi energi listrik menjadi cahaya
  • Motor, energi listrik ke energi gerakan
  • Televisi mengubah energi listrik menjadi banyak energi fisik (cahaya, suara, dsb)

Pada transduser input dan output apabila dilihat dari pola aktivitasnya, maka transducer bisa dibagi lagi menjadi dua yakni transduser aktif dan pasif. Transduser aktif adalah transduser yang mampu bekerja sendiri tanpa tambahan energi dari luar.

Sementara Transduser pasif hanya bisa bekerja apabila mendapatkan tambahan energi dari luar. Contoh transduser pasif adalah regangan resistansi, transformator diferensial, dsb.

Penggabungan Transduser Input dan Output

macam macam transduser

Perangkat transduser gabungan ini sebenarnya sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi disini transduser input (sensor) dan transduser output (actuator) mengubah energi ke bentuk energi lainnya, dan kemudian energi ini diubah kembali menjadi bentuk energi yang lain.

Contohnya adalah termometer dimana transducer input menangkap energi fisik (suhu tubuh manusia) lalu diubah menjadi sinyal listrik. Selanjutnya transduser output berperan untuk mengubah sinyal listrik ini menjadi angka.

Aplikasi Transducer

Untuk Aplikasi transducer ini memiliki beberapa jenis yang berbeda. Hal ini didasarkan pada banyak hal. Berikut ini adalah jenis-jenisnya, yakni:

  • Transducer Electromagnetic, disk head, antenna.
  • Transducer Thermoelectric, thermocouple, komponen PTC, dan NTC.
  • Transducer Electrochemical, Hydrogen Sensor, pH Probes.
  • Transducer Electro-optical, diode laser, lampu pijar, Tabung CRT.
  • Transducer Electroacoustic, loudspeaker, microphone.
  • Transducer Electromechanical, rotary Motor, potensiometer, air flow sensor, serta load cell.

Itulah tadi pembahasan terkait dengan pengertian transducer dan juga beberapa contoh transduser berdasarkan dengan aplikasinya. Ternyata ada banyak sekali jenis transduser yang beredar di kehidupan sehari-hari, hanya saja hal tersebut kurang disadari.

Leave a Comment