Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Strauss Pile

Dalam proyek konstruksi, ada suatu metode yang bisa dikerjakan tanpa menggunakan peralatan tertentu atau mesin tertentu. Metode itu adalah pembuatan pondasi Strauss pile. Metode yang satu ini sangat sering digunakan untuk menjaga kualitas beton yang digunakan dalam pembangunan.

Pondasi ini mempunyai beberapa kelebihan dan tentu saja beberapa kekurangan. Jenis pondasi ini tidak sama dengan jenis pondasi lain yaitu pondasi bored pile. Sebelum mencari tahu lebih banyak tentang pondasi ini, pahami dulu pengertian dari jenis pondasi ini.

Apa Itu Pondasi Strauss Pile?

metode penerapan pondasi strauss pile

Strauss pile adalah suatu jenis pondasi yang sering digunakan dalam pembuatan struktur bangunan. Jenis pondasi ini bisa dikerjakan bahkan tanpa menggunakan mesin atau peralatan apapun. Cara menggunakan metode ini adalah dengan menggali tanah secara manual dengan alat bernama bor auger.

Proses pengeboran bisa dilakukan dengan menggunakan suatu alat khusus. Alat tersebut akan bergerak dengan menggunakan tenaga manusia. Peralatan ini cukup sederhana serta tidak menimbulkan suara yang terlalu berisik.

Pondasi jenis Strauss pile biasanya hanya digunakan untuk pembangunan rumah dan bangunan dengan 2 hingga 3 lantai, pagar, gudang, ruko, dan sebagainya.

Cara Pelaksanaan Pondasi Strauss Pile

analisa pondasi strauss pile

Ada empat tahapan pelaksanaan untuk memasang jenis pondasi yang satu ini. Tahap yang paling utama tentu saja tahap perencanaan yang kemudian diikuti dengan berbagai tahapan yang lainnya. Berikut keterangan lengkapnya.

Persiapan Kerja

Tahapan yang paling awal untuk dilakukan adalah mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan. Tahap yang pertama ini tidak akan menghabiskan banyak waktu. Bahkan tahap persiapan adalah yang paling cepat selesai.

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan tahapan persiapan ini adalah mata bor, pipa, stang, serta beberapa peralatan lain yang bisa mendukung proses pengerjaan pondasi.

Pengeboran

Setelah semua peralatan selesai dipersiapkan, pengeboran akan mulai dilakukan terhadap tanah yang lunak. Ukuran dan kedalaman pengeboran disesuaikan dengan peraturan metode Strauss pile, yaitu antara 25 cm hingga 30 cm.

Mata bor akan ditekan dan diputar untuk mengebor tanah. Proses ini dilakukan hingga beban tekanan mencapai maksimal. Kemudian tanah yang melekat di mata bor harus diangkat untuk dibuang. Ulangi langkah ini hingga kedalaman yang diinginkan berhasil dicapai.

Teknik pengeboran biasanya dikerjakan dengan menggunakan beberapa alat dan dua tenaga kerja di setiap alatnya.

Pembesian

Teknik pembesian Strauss pile akan dilakukan dengan cara membuat besi yang bentuknya spiral. Ukuran yang disarankan untuk teknik ini adalah 8 mm dengan jarak pondasi kurang lebih 15 cm hingga 20 cm. Besi 13 ulir biasanya berisi hingga 5 batang.

Komponen besi yang sudah dipotong akan dirangkai sehingga membentuk kerangka tulangan yang mempunyai tampilan spiral.

Pengecoran

Pengecoran adalah tahapan terakhir dalam pembangunan pondasi. Poin penting yang perlu diperhatikan dalam teknik ini adalah memperhatikan kondisi dari lubang bekas pengeboran. Kalau lokasi pengeboran adalah bekas rawa, lubang biasanya akan dipenuhi dengan air.

Untuk mengatasi hal ini, proses pengecoran beton harus dilakukan dengan menggunakan bantuan pipa paralon. Pipa tersebut adalah pengantar cor yang bisa membuat cairan beton tidak akan bercampur dengan air yang berlumpur sehingga kualitas beton tidak akan terpengaruh.

Tapi kalau kondisi lubang tidak berair, adonan beton bisa langsung dimasukkan ke lubang tersebut tanpa harus menggunakan pipa paralon.

Perhitungan Pondasi Strauss Pile

pondasi jenis strauss pile

Proses perhitungan untuk pembuatan pondasi atau dengan kata lain analisa pondasi Strauss pile berbeda-beda, semua tergantung pada jenis proyek pembangunan yang akan dilakukan. Proses perhitungan ini harus mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:

  • Kedalaman dan diameter dari lubang cor.
  • Kondisi tanah (kering atau lunak). Jika kondisi tanahnya kering, dibutuhkan lebih banyak tenaga. Perlu 4 orang yang menggunakan satu alat manual.

Biaya Pondasi Strauss Pile

Harga untuk konstruksi pondasi Strauss pile dihitung berdasarkan beberapa hal. Dasar yang pertama adalah kedalaman pengeboran dengan satuan meter. Dasar lain untuk perhitungan biaya adalah diameter pengeboran. Dan dasar yang terakhir adalah jumlah titik yang akan dikerjakan.

Rumus untuk menghitung biaya pembuatan pondasi jenis ini adalah dengan cara menghitung jumlah titik yang dibor yang dikalikan dengan kedalaman pengeboran. Kemudian harga tersebut dikalikan lagi dengan harga per meter atau per satuannya.

Contohnya adalah 30 titik pengeboran akan di bor dengan diameter 40 cm dan kedalaman 7 meter. Maka harga yang ditentukan adalah 30 x 7 = 210 meter. Angka tersebut adalah jumlah volume yang kemudian bisa dikali dengan harga satuan dalam meter yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Strauss Pile

konstruksi pondasi strauss pile

Seperti berbagai teknik konstruksi bangunan yang lainnya, metode pondasi yang satu ini membawa beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut ini rincian lengkap tentang kelebihan dan kekurangan Strauss pile.

Kelebihan

Setidaknya ada 3 kelebihan yang dibawa oleh jenis pondasi yang satu ini. Berikut 3 kelebihan Strauss pile yang harus Anda ketahui.

  • Harganya lebih terjangkau dan biaya yang harus dikeluarkan juga lebih murah. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk menggunakan metode penerapan pondasi Strauss pile dalam pembangunan rumah mereka.
  • Proses pengerjaannya lebih singkat dan tidak menghabiskan banyak waktu. Bahkan bisa selesai hanya dalam waktu satu minggu saja. Hal ini karena peralatannya sudah disesuaikan dengan berbagai volume pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Pondasi yang dihasilkan oleh metode ini bisa lebih kokoh. Hal ini karena digunakannya cairan beton dengan tekstur yang padat. Dan karena dibangun di lapisan tanah yang cukup dalam, tidak banyak retakan yang akan muncul.

Kekurangan

Untungnya, hanya ada satu kekurangan dari Strauss pile. Tapi tetap saja Anda tidak boleh mengabaikan kekurangan yang dimiliki oleh jenis pondasi ini. Gunakan kelemahan ini sebagai bahan pertimbangan Anda.

  • Pengukuran diameter pondasinya tidak dapat dipilih secara leluasa. Pilihan yang tersedia hanyalah 30 cm, 25 cm, serta 20 cm. Kedalaman pengeboran juga dibatasi hanya antara 6 hingga 10 meter saja. Hal ini karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

Perbedaan Strauss Pile dan Bored Pile

Strauss pile bukanlah satu-satunya jenis pondasi yang sering digunakan dalam proyek pembangunan atau konstruksi. Salah satu jenis pondasi yang lainnya adalah pondasi ceker ayam. Apa yang membedakan antara pondasi cakar ayam dengan Strauss pile? Berikut detail perbedaannya:

Pondasi Cakar Ayam Pondasi Strauss Pile
Digunakan sebagai dasar atau pondasi untuk berbagai bangunan yang bebannya lebih ringan. Digunakan sebagai pondasi atau dasar untuk beberapa bangunan yang bebannya lebih berat.
Kapasitas pondasi lebih kecil. Kapasitas pondasi lebih besar.
Harga pondasi lebih murah. Harga pondasi lebih mahal.
Metode pengerjaannya diawali dengan proses penggalian tanah. Metode pengerjaannya dimulai dengan proses ground boring atau pengeboran.
Membutuhkan berbagai peralatan seperti cangkul dan excavator agar tanah bisa digali dengan baik. Membutuhkan alat yang lebih sederhana untuk mengebor tanah, yaitu alat pengebor manual.

Dengan memahami pengertian dari pondasi Strauss pile, kelebihannya, kekurangannya, harganya, dan tahapan pembuatannya, Anda bisa melihat apakah Strauss pile merupakan pondasi yang cocok untuk proyek mendatang atau sebaiknya Anda mempertimbangkan pilihan yang lainnya.

Leave a Comment