Alat Ukur Berat

Alat ukur berat atau yang sering disebut dengan timbangan merupakan sebuah alat yang biasa digunakan untuk menghitung berat atau massa benda. Jenis alat ukur ini sangat mudah kita jumpai.

Tahukah kamu macam-macam alat ukur berat sangat banyak, mulai dari neraca, timbangan badan, dan lain sebagainya. Jenis timbangan ini dibedakan berdasarkan jenis benda yang akan diukur beratnya. Semakin besar bendanya tentu alat ukur yang kita butuhkan semakin besar bukan?

Dalam pembahasan kali ini kita akan membicarakan macam-macam timbangan beserta fungsi dan gambar alat ukur berat tersebut. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

1. Timbangan Duduk

alat ukur berat tidak baku

Jenis timbangan yang sering Anda gunakan di rumah adalah timbangan duduk. Seperti namanya, timbangan duduk adalah timbangan yang cara penggunaannya dengan mendudukan barang di atasnya.

Biasanya timbangan duduk ini banyak ditemukan di pasar untuk menimbang beras maupun benda berat lainnya. Jenis timbangan ini juga banyak digunakan untuk kepentingan rumah tangga.

Timbangan duduk mampu mengukur berat mulai dari 0 kg sampai dengan maksimal 500 kg. Tidak salah jika timbangan ini menjadi salah satu timbangan yang paling banyak digunakan.

Model timbangan duduk sangat beragam tergantung dari kapasitas maksimal kemampuan hitungnya.

Timbangan duduk yang paling kecil mempunyai kemampuan menimbang mulai dari 0 sampai dengan 2 kg. Biasanya timbangan duduk jenis ini Anda gunakan untuk menimbang bahan-bahan makanan di rumah.

alat ukur berat benda

Ada juga timbangan duduk yang mempunyai kemampuan menimbang sampai dengan 500 kg. Biasanya timbangan model ini bentuknya lebih besar dan dilengkapi dengan roda besi.

Untuk menghitung berat dengan menggunakan timbangan duduk ini biasanya menggunakan bandul kuningan geser. Jenis timbangan ini bisa Anda temukan dengan mudah di pasar terutama di tempat penjual beras atau sembako.

2. Neraca

Jenis alat ukur berat benda yang selanjutnya adalah neraca. Neraca merupakan alat ukur massa benda yang mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 gram.

Biasanya neraca digunakan di laboratorium penelitian untuk mengukur massa benda-benda kecil. Di kehidupan sehari-hari neraca masih sering digunakan untuk mengukur berat emas.

Ada tiga jenis alat ukur berat neraca yang sampai sekarang masih banyak digunakan, yaitu:

a. Neraca 2 Lengan

macam macam alat ukur berat

Jenis neraca ini merupakan neraca yang sudah ada sejak zaman dulu. Neraca 2 lengan sampai sekarang masih banyak digunakan terutama untuk menimbang emas.

Bentuk dari neraca ini terdiri dari 2 buah piringan, piringan pertama untuk meletakkan benda yang akan diukur. Sedangkan piringan kedua untuk meletakkan pembanding sebagai alat untuk mengetahui berat benda yang Anda ukur.

Agar hasil timbangan dari neraca 2 lengan ini akurat, pastikan 2 piringan ini sejajar tingginya. Sebelum Anda menggunakannya kedua piringan di neraca ini juga harus sejajar.

b. Neraca Lengan Gantung

alat ukur massa

Pernahkah Anda ke Posyandu dan melihat bayi ditimbang dengan cara menggantungkannya? Timbangan inilah yang disebut dengan neraca lengan gantung.

Ada banyak ukuran neraca lengan gantung, mulai dari yang kecil sampai yang besar untuk menimbang berat badan.

Berbeda dengan neraca 2 lengan yang terdiri dari 2 piring, neraca lengan gantung hanya terdiri dari 1 piringan saja. Penggunaan neraca lengan gantung sekarang ini sudah sangat jarang.

c. Neraca Ohaus

Jenis neraca yang paling sering digunakan di laboratorium penelitian adalah neraca ohaus. Neraca ohaus merupakan neraca dengan tingkat ketelitian yang paling tinggi sehingga bisa mengukur massa benda dengan sangat akurat.

Tingkat ketelitian neraca ini bisa sampai 0,01 gram dan hanya bisa mengukur berat benda sampai 311 gram saja.

Seiring berkembangnya zaman, neraca ohaus ini juga berkembang dengan menggunakan teknologi digital. Neraca ohaus digital lebih mudah untuk Anda gunakan karena tidak perlu menggeser alat timbangnya untuk mengetahui hasil beratnya.

3. Timbangan Badan

Alat ukur berat yang biasa Anda jumpai dan bisa Anda temukan dengan mudah adalah timbangan badan atau alat ukur berat badan. Jenis alat ukur ini tentu sering Anda gunakan bukan?

Timbangan berat badan mempunyai tingkat ketelitian hingga 1 gram. Namun pada umumnya timbanngan berat badan tingkat ketelitiannya hanya 1 kg saja.

Model dari timbangan badan ini juga sangat beragam, di antaranya yaitu:

a. Timbangan Berat dan Tinggi Badan

timbangan berat benda

Model timbangan badan ini termasuk alat ukur berat dan tinggi badan sekaligus. Biasanya model timbangan ini digunakan di sekolah untuk mengukur berat sekaligus tinggi anak. Jenis timbangan badan model ini mampu mengukur berat sampai 120 kg.

b. Timbangan Berat Badan Analog

alat ukur berat neraca

Sesuai dengan namanya, model berat badan ini masih menggunakan analog. Model timbangan berat badan ini yang paling umum dan mudah untuk Anda temukan.

Biasanya timbangan ini banyak digunakan di mana saja, mungkin salah satunya Anda juga menggunakan model timbangan ini? Timbangan ini bisa Anda gunakan untuk menimbang berat badan segala usia.

c. Timbangan Berat Badan Digital

gambar alat ukur berat

Ini merupakan model terbaru timbangan berat badan dan sudah menggunakan teknologi digital yang lebih canggih dari analog. Desain model timbangan berat badan digital ini juga sangat beragam dan menarik.

Tingkat ketelitian dari timbangan ini juga lebih tinggi daripada timbangan analog. Umumnya berat badan ini mempunyai tingkat ketelitian sampai 0,01 gram atau dua digit angka di belakang koma.

d. Timbangan Berat Badan Badan Bayi

alat ukur berat dan tinggi

Model timbangan berat badan yang selanjutnya adalah timbangan berat badan khusus untuk bayi. Untuk menimbang berat badan bayi menggunakan model timbangan badan umum tentu sangat sulit bukan? Sekarang sudah ada inovasi timbangan badan khusus untuk bayi.

Ada dua jenis timbangan khusus untuk bayi yaitu yang menggunakan teknologi analog dan digital. Keduanya mempunyai model yang sama yaitu terdapat tempat khusus bayi di atas timbangannya.

4. Timbangan Digital

timbangan tidak baku

Jenis timbangan berat benda yang selanjutnya adalah timbangan digital. Timbangan ini menggunakan teknologi digital yang mempunyai tingkat ketelitian atau akurasi tinggi.

Sekarang ini hampir semua jenis timbangan sudah menggunakan teknologi digital. Tentu saja penghitungan massa atau berat suatu benda akan lebih baik dan tidak terjadi kesalahan.

Teknologi digital yang ada di dalam timbangan ini juga memudahkan Anda dalam menggunakannya. Anda hanya tinggal meletakkan barang yang akan Anda timbang lalu berat benda akan muncul secara otomatis.

Timbangan digital juga mempunyai tingkat kesalahan yang rendah. Sehingga meminimalisir perbedaan timbangan jika dilakukan penimbangan ulang dengan alat yang berbeda.

5. Timbangan Kodok

macam-macam timbangan

Mendengar nama timbangan kodok mungkin Anda akan berpikir jika ini merupakan alat ukur berat tidak baku bukan? Timbangan kodok bukan timbangan tidak baku tapi merupakan timbangan baku dengan model tradisional.

Jenis timbangan ini sering juga disebut dengan timbangan bebek karena bentuknya yang mirip dengan mulut bebek. Saat ini timbangan kodok ini cukup sulit Anda jumpai di daerah perkotaan. Hampir semua orang sudah beralih ke timbangan digital.

Anda bisa menemukan timbangan ini di pasar-pasar tradisional. Masih banyak penjual yang memilih menggunakan timbangan kodok ini.

Prinsip kerja dari timbangan ini hampir sama dengan neraca, karena terdiri dari 2 lengan. Lengan satu berupa wadah atau baskom untuk tempat benda yang akan ditimbang. Sedangkan lengan satunya tempat untuk meletakkan pemberat ukurannya.

Sebelum menggunakan timbangan ini Anda harus memastikan antara lengan satu yang kedua harus sejajar. Kemudian mulailah meletakkan benda yang akan Anda timbang dan pemberatnya. Jika sudah kembali sejajar itu tandanya berat benda sama dengan berat pemberat yang digunakan.

Pemberat yang digunakan dalam timbangan ini biasanya terdiri dari beberapa biji tembaga. Berat setiap biji tembaga ini beragam, paling berat adalah 1 kg dan yang paling ringan adalah 1 ons.

Bahkan beberapa penjual menambahkan pemberat sendiri sesuai dengan kebutuhan.

6. Timbangan Gantung

alat ukur berat badan

Anda membutuhkan timbangan yang mampu menimbang berat hingga ratusan kuintal atau ton? Jenis timbangan gantung merupakan timbangan yang paling cocok untuk Anda gunakan.

Timbangan gantung ini berbeda dengan jenis timbangan lainnya. Cara kerja timbangan ini adalah dengan menggantungkan benda yang akan ditimbang pada pengait.

Ada banyak jenis timbangan gantung ini, mulai dari yang kapasitasnya ratusan kg sampai yang 100 ton. Biasanya timbangan gantung dengan kapasitas yang tinggi ukurannya juga cukup besar.

Timbangan gantung terbuat dari bahan yang kokoh yaitu besi dan stainless steel. Bahannya yang kuat sesuai dengan kapasitas maksimal ukuran timbangnya.

Kegunaan alat ukur berat jenis ini beragam dan biasanya digunakan oleh perusahaan industri maupun peti kemas. Para pedagang daging juga sering menggunakan timbangan jenis ini karena lebih praktis.

7. Timbangan Hybrid

Kegunaan alat ukur berat

Jenis timbangan ini merupakan timbangan yang memadukan antara teknologi analog dan digital. Timbangan ini menggunakan teknologi mekanik pada bagian platformnya. Sedangkan bagian penghitung beratnya menggunakan teknologi digital.

Model dari timbangan hybrid hampir sama dengan timbangan dudukan. Kemampuannya juga tidak jauh berbeda dengan timbangan dudukan karena mampu menimbang benda sampai 500 kg.

Timbangan hybrid ini dapat Anda gunakan tanpa menggunakan aliran listrik. Jadi Anda bisa menggunakannya di mana saja tanpa khawatir mati jika tidak ada aliran listrik.

Jenis timbangan ini termasuk alat ukur berat heavy duty yang cocok untuk Anda gunakan dalam industri komersial.

8. Jembatan Timbang (Weighbridge)

Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah jembatan timbang atau weighbridge bukan? Berbeda dengan jenis timbangan lainnya, timbangan ini khusus untuk menimbang berat benda yang ada di dalam truk.

Timbangan ini juga sering disebut dengan jembatan truk. Model jembatan timbang cukup beragam, ada yang berbentuk tanjakan, sumuran, dan juga semi fitles. Ukurannya juga beragam sesuai dengan kebutuhan, ukuran terkecil jembatan timbang adalah 3 x 6 meter dan yang terbesar adalah 3 x 18 meter.

Cara kerja jembatan timbang ini cukup sederhana. Truk yang akan ditimbang beratnya harus memasuki jembatan timbang. Kemudian secara otomatis indikator digital akan menunjukkan berat dari truk tersebut.

Sekarang Anda sudah paham bukan mengenai jenis-jenis alat ukur berat dan bagaimana cara menggunakannya. Setiap alat ukur berat ini mempunyai fungsi yang berbeda-beda dengan kapasitas maksimal yang beragam.

Tentunya dalam memilih alat ukur ini Anda harus memperhatikan seberapa berat benda yang akan diukur. Dalam memilih alat ukur berat juga harus memperhatikan tingkat ketelitiannya agar Anda mendapatkan berat yang akurat.

Leave a Comment