Pengertian Resistor, Jenis, Fungsi, Simbol dan Cara Menghitungnya

Perangkat elektronika terus berkembang setiap tahunnya. Berbagai inovasi ditawarkan oleh produsen untuk memenuhi ekspektasi dari para konsumen. Perangkat elektronika selalu tersusun dari komponen-komponen kecil, seperti resistor. Apa pengertian resistor?

Sebagai komponen elektronika, resistor berfungsi untuk memanipulasi aliran arus listrik. Komponen resistor dibuat menggunakan bahan semikonduktor, yang mampu menghambat jalannya arus listrik sehingga tegangan listrik juga ikut berubah.

Pengertian Resistor

Apa itu resistor? Resistor adalah suatu komponen kelistrikan yang berfungsi untuk menghambat arus listrik. Resistor terbuat dari material semikonduktor yang dibentuk sedemikian kecil, sehingga dapat ditampung di dalam perangkat elektronik.

Di dalam kelistrikan, resistor digambarkan menggunakan huruf R dengan satuan ohm (Ω). Semakin tinggi nilai dari hambatan, maka kuat arus listrik akan semakin kecil. Hal tersebut mengikuti persamaan I = V / R, dengan I adalah kuat arus listrik (Ampere) dan V adalah tegangan (Volt).

Jenis-Jenis Resistor

Terdapat cukup banyak macam-macam resistor dengan berbagai fungsi dan kegunaan yang berbeda. Berikut ini adalah ulasan mengenai jenis-jenis resistor dan beberapa hambatan resistor tetap berdasarkan material penyusunnya:

1. Fixed Resistor

Apa arti fixed resistor? Fixed resistor merupakan resistor atau hambatan yang memiliki nilai tetap. Hambatan jenis ini memiliki beberapa golongan yang dibuat menggunakan material berbeda-beda. Setiap golongan memiliki bentuk dan gambar resistor masing-masing.

2. Resistor Komposisi Karbon

Carbon composition resistor atau resistor komposisi karbon merupakan hambatan yang berbahan dasar karbon halus. Material karbon tersebut diikat menggunakan material isolator berbentuk bubuk. Semakin banyak karbon yang dicampurkan, maka nilai resistensi juga akan semakin kecil.

Resistor jenis ini banyak ditemukan di pasaran dengan nilai hambatan yang berbeda-beda. Nilai resistor di pasaran berada di antara 1 MΩ – 200MΩ (Micro Ohm).

3. Resistor Film Karbon

Carbon film resistor dibuat menggunakan film tipis karbon yang diendapkan menggunakan substrat isolator. Film tersebut kemudian dipotong menjadi bentuk spiral, sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai resistor.

4. Resistor Film Logam

Resistor film logam dibuat menggunakan film yang dilapisi menggunakan logam dan keramik. Pelapisan tersebut untuk mengatur resistor elektronika yang terjadi. Semakin panjang elemen, maka nilai resistensinya juga akan semakin tinggi.

5. Variable Resistor

Variable resistor adalah resistor yang nilai hambatannya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Bentuk resistor ini sendiri cukup berbeda dengan fixed resistor. Untuk lebih memahami tentang jenis-jenisnya, ulasan singkat berikut ini dapat dibaca:

  • Potensiometer

Pengertian potensiometer adalah salah satu jenis resistor variabel yang nilainya dapat diubah dengan cara memutar tuas di atasnya. Biasanya, terdapat tulisan yang memberikan informasi tentang besar hambatan di posisi tuas tersebut.

  • Rheostat

Cara kerja rheostat cukup sederhana, penyapu yang bergerak di bagian atas toroida akan mengubah nilai resistensinya. Resistor jenis ini cocok digunakan pada arus tegangan tinggi.

  • Preset Resistor (Trimpot)

Trimpot berfungsi seperti potensiometer dimana resistensinya dapat diatur dengan mudah. Perbedaannya terletak pada ukuran resistor yang jauh lebih kecil dibandingkan potensiometer. Selain itu, mengubah resistensinya juga memerlukan bantuan obeng atau jarum.

  • Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor atau thermal resistor merupakan jenis hambatan yang dipengaruhi oleh suhu. Terdapat dua jenis thermistor, yaitu thermistor PTC dan thermistor NTC

  • LDR (Light Dependent Resistor)

LDR adalah salah satu jenis variable resistor yang hambatannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, maka akan semakin tinggi pula tingkat resistensinya. Selain itu, simbol LDR dapat disimak pada informasi di bawah.

Simbol Resistor

Lambang resistor berupa huruf O dalam bahasa Yunani yang disebut sebagai Omega (Ω). Untuk simbolnya dalam perhitungan lebih sering menggunakan huruf R besar yang berarti resistor. Satuan resistor adalah Ohm yang disimbolkan dengan omega (Ω).

Selain lambang dalam perhitungan, hambatan juga memiliki simbol tersendiri untuk setiap jenisnya. Berikut ini adalah gambar resistor dan lambangnya:

simbol resistor

Fungsi-Fungsi Resistor

  • Meningkatkan kuat arus listrik
  • Menurunkan kuat arus listrik
  • Meningkatkan tegangan listrik
  • Menurunkan tegangan listrik

Cara Mengukur Resistor

Mengukur nilai hambatan dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan Matematika dengan membandingkan kuat arus dan tegangan listrik. Cara ini juga bisa dilakukan seperti yang ditemukan di jurnal resistor. Selain menggunakan perhitungan, dapat pula menggunakan bantuan ohm meter.

Membaca Kode Warna Resistor

Tabel Warna Resistor

bentuk resistor

Contoh:

Gelang 1: Coklat = 1
Gelang 2: Biru = 6
Gelang 3: Hijau = 5
Gelang 4: Emas
Sehingga dari bentuk resistor tersebut dapat disimpulkan menjadi R = 16 x 105 Ω atau 16 MΩ.

Cara Menghitung Resistor

cara menghitung resistor bisa dilakukan seperti cara di atas atau menggunakan bantuan rumus matematis, yaitu: I = V/ R sehingga R = V/ I. Selain itu, ada pula perhitungan yang lebih rumit dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti impedansi, pengaruh transistor, suhu, dan lain sebagainya.

Contohnya:

Data:
I = 2 Ampere
V = 3 Volt
Berapakah R?
R = V/ I
= 3/2
= 1,5 Ω

Penjelasan tentang pengertian resistor di atas sudah dirasa cukup jelas dan lengkap, untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang resistor atau hambatan. Hambatan ini memiliki peran penting dalam dunia kelistrikan.

Leave a Comment