Doa Turun Hujan

Tahukah salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa? Ternyata kita dianjurkan untuk berdoa ketika sedang turun hujan. Islam menganggap hujan bukan hanya tetesan air yang turun dari langit. Tapi hujan adalah bentuk rahmat dan rezeki dari Allah SWT. Hendaknya setiap umat Muslim memanjatkan doa turun hujan sebagai bentuk rasa syukur.

Saat kemarau panjang, semua orang menanti datangnya hujan pertama. Tapi ketika sudah masuk musim penghujan, banyak pula yang menghujat kejadian ini. Alasannya karena hujan telah menghambat kita dalam beraktivitas. Kita lupa bahwa apa yang kita lakukan adalah bentuk pengingkaran terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Hujan adalah berkah yang bisa menumbuhkan biji-bijian dari dalam tanah. Hujan pula yang membuat manusia bisa mencukupi kebutuhan airnya. Tapi hujan yang terlalu lebat dan lama justru bisa mendatangkan bencana. Banjir dan tanah longsor bisa saja melanda. Kita pasti tak ingin kan saat hujan lebat itu berubah menjadi banjir dan bencana lainnya?

Doa Turun Hujan

doa turun hujan deras

Hujan dalam Islam ternyata memiliki makna yang cukup spesial. Hujan bukan hanya fenomena alam dimana air turun dari langit semata. Tapi sebagai umat muslim kita harus paham siapakah yang berkuasa menurunkan air tersebut? Hanya Allah SWT, Tuhan Semesta Alam-lah yang punya kekuasaan untuk menurunkan air dari atas langit.

Kita wajib memahami bahwa hujan mengandung makna sebagai:

1. Nikmat/Berkah bagi Manusia

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S. Al A’raf ayat 57 berikut ini:

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.“

Dari ayat Al Qur’an tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa hujan adalah berkah bagi umat manusia. Berkat hujan-lah segala macam tanaman yang ada dalam tanah bisa hidup dan menjadi sumber makanan untuk manusia. Hujan bisa mencukupi kebutuhan air bagi manusia. Bayangkan saja bagaimana kita bisa hidup di padang gurun tandus tanpa makanan dan minuman.

2. Mensucikan Diri

Air hujan itu suci dan bisa digunakan untuk mensucikan. Semua air yang ada dalam tanah berasal dari air hujan. Air tanah yang bisa digunakan manusia untuk minum dan mensucikan diri adalah hasil siklus hidrologi. Dalam Q.S. An-Anfal ayat 11 disebutkan bahwa air hujan bisa digunakan untuk mensucikan diri kita.

3. Sumber Rezeki

Bumi adalah planet yang sebagian besarnya berisi air. Saat hujan turun, ia datang membawa rezeki kepada umat manusia. Hujan bisa menumbuhkan benih-benih yang disemai dalam tanah. Hujan adalah sumber air minum bagi umat manusia. Karena itulah, jangan sampai kita mencela hujan. Karena hujan datang untuk membawa rezeki pada umat manusia.

4. Ujian/Peringatan dari Allah SWT

Hujan lebat disertai dengan gemuruh petir yang menggelegar disebut sebagai peringatan dari Allah SWT. Orang-orang kafir dan bertaqwa kepada Allah SWT pada saat itu akan diliputi oleh perasaan cemas dan takut akan kematian. Hal ini tertuang dalam Q.S. Al Baqarah ayat 19 yang artinya:

atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir”

Karena itulah, saat hujan kita disunnahkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur sekaligus pengingat akan kekuasaan Allah SWT. Kita bisa membaca doa turun hujan sesuai sunnah berikut ini:

Bacaan Doa Turun Hujan Arab

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Bacaan Doa Turun Hujan Latin

“Allahumma shoyyibian naafi’an”

Arti Doa Turun Hujan

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.” (HR.Bukhari).

Simak dan Baca Juga : Doa Berpergian

Doa Ketika Hujan Lebat

doa turun hujan angin

H.R. Al-Bukhari dalam Kitab Awal Penciptaan meriwayatkan bahwa Aisyah pernah melihat Nabi Muhammad SAW begitu gelisah. Beliau terlihat mondar-mandir di masjid dan berdoa agar cuaca di Madinah kembali cerah. Aisyah yang terheran-heran kemudian bertanya mengapa Nabi Muhammad SAW begitu cemas saat melihat mendung hitam tersebut.

Nabi Muhammad SAW pun menjawab:

“Wahai Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung ini bukan mendatangkan azab dari Allah? Kaum Ad telah binasa karena angin topan. Ketika mereka melihat awan mendung, mereka gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan, tapi azab Allah untuk membinasakan mereka.”

Karena itulah, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa turun hujan deras sebagai berikut:

Kadang kala, ketika hujan disertai dengan angin kencang dan petir, Nabi Muhammad akan membaca doa tambahan. Kita bisa membaca doa turun hujan dan petir sebagai berikut:

Bacaan Doa Ketika Hujan Lebat Arab

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Bacaan Doa Ketika Hujan Lebat Latin

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Arti Bacaan Doa Ketika Hujan Lebat

“Wahai Tuhanku! Turunkanlah hujan di sekitar kami, dan janganlah musnahkan kami. Ya Allah! Engkau turunkanlah ia di atas gunung-gunung dan bukit-bukit, di lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pokok-pokok (pepohonan).” (HR.Bukhari dan Muslim).

Doa Setelah Hujan

doa turun hujan sesuai sunnah

Betapa bersyukurnya umat manusia ketika hujan lebat reda dan tidak menimbulkan bencana apapun. Sebagai bentuk syukur tersebut, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah hujan berikut ini:

Bacaan Doa setelah Hujan

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Bacaan Doa setelah Hujan Latin

“Muthrna bi Fadhlillaahi wa Rahmatihi.”

Arti Bacaan Doa Setelah Hujan

kita diberi hujan karena karunia dan rahmat-Nya.”

Simak dan Baca Juga : Doa Untuk Orang Sakit

Amalan Sunnah Ketika Turun Hujan

Hujan bagi umat muslim adalah saat yang membahagian. Kenapa? Karena kita bisa melakukan amalan-amalan yang bukan hanya mendatangkan pahala, namun juga mendatangkan keberkahan dalam hidup. Hujan bukan saat kita harus menggerutu dan kesal. Tapi sebagai umat muslim, kita bisa meningkatkan level keimanan kepada Allah SWT dengan melakukan amalan berikut ini:

1. Memanjatkan Doa ketika Hujan

Saat hujan mulai turun, kita jangan sampai lupa untuk memanjatkan doa seperti kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits dari Ummul Mukminin, dijelaskan bahwa Aisyah r.a. melihat kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

2. Membaca Doa Turun Hujan Setelah Kemarau

Diriwayatkan bahwa terjadi musim kemarau panjang pada zaman Nabi Muhammad SAW. Penduduk pun berbondong-bondong meminta Nabi Muhammad SAW untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Tak lama kemudian, setelah Nabi Muhammad SAW berdoa, hujan benar-benar turun dengan derasnya.

Penduduk pun dibuat takut dengan hujan yang disertai angin kencang dan menghancurkan pemukiman. Karena itulah penduduk kembali meminta Nabi Muhammad SAW untuk memohon kepada Allah SWT agar bencana tersebut berhenti. Karena itulah Nabi Muhammad SAW kemudian berdoa:

“Allahuma shayyiban haniyya wa sayyiban nafi’a”
Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat”

3. Kesempatan Terbaik untuk Berdoa

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ada 3 waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Waktu tersebut adalah saat bertemunya 2 pasukan (dalam medan perang), menjelang sholat dilakukan, dan saat turun hujan.

Karena itulah, kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa saat turun hujan. Setelah membaca doa turun hujan, kita kemudian bisa berdoa mengenai apa yang dicita-citakan, memohon rezeki, memohon berkah, dan lain sebagainya.

4. Mengambil Berkah Air Hujan

Nabi Muhammad SAW pernah menyingkapkan baju bagian bawahnya ketika hujan turun. Maksud tindakan tersebut adalah demi mendapat keberkahan dari air hujan yang baru saja diciptakan oleh Allah SWT.

5. Berwudhu

Sangat dianjurkan bagi umat Muslim, saat hujan lebat turun, kita mengambil air wudhu darinya. Hal ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah “Dianjurkan untuk berwudhu dengan air hujan apabila airnya mengalir deras.” Air hujan bisa digunakan untuk bersuci, selama air tersebut berasal langsung dari langit atau yang mengalir di lembah sungai nan bersih.

6. Dilarang Mencela Hujan

Sudah jadi kebiasaan sebagian besar umat manusia untuk mencela hujan jika tak sesuai dengan keinginannya. Misalnya ketika pagi hari saat akan berangkat kerja atau sekolah. Para petani juga sering menghujat hujan yang dianggapnya turun tidak tepat pada waktu yang mereka inginkan.

Sungguh, perbuatan menghujat hujan adalah salah satu bentuk kemungkaran kita kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bahkan melarang manusia untuk menyalahkan makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya waktu, angin, ataupun hujan sebagai kambing hitam atas apapun yang tidak disukainya.

Bahkan, jika kita meyakini bahwa makhluk tersebut adalah pembawa petaka atau kerugian, ini sudah termasuk perbuatan syirik akbar. Jangan sampai kita mencela hujan. Jangan sampai kita mengkambing hitamkan hujan sebagai pembawa bencana. Padahal bencana di dunia itu sendiri adalah murni hasil perbuatan manusia (misalnya banjir).

7. Memanjatkan Doa setelah Turunnya Hujan

Saat hujan sudah berhenti, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menurunkan hujan tanpa mendatangkan bencana. Panjatkan rasa terima kasih kepada Allah SWT karena hujan yang datang membawa berkah, bukan musibah.

Amalan membaca doa turun hujan hanyalah 1 dari sekian banyak pahala yang bisa kita kumpulkan. Agar hidup kita jadi lebih bermakna dan dekat dengan Allah SWT, ada beberapa doa lain yang bisa kita panjatkan. Dalam keseharian, kita bisa memanjatkan doa sebelum tidur, doa nurbuat, dan juga doa untuk orang sakit.

Tinggalkan komentar

Tentang | Privasi | Penulsi | Kontak