doa untuk orang sakit perempuan

Doa Untuk Orang Sakit

Tahukah kita bahwa ada satu amalan yang sangat disukai oleh Allah SWT? Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Salah satu bentuk menjaga hubungan baik tersebut adalah dengan menjenguk orang/tetangga/kerabat yang sedang sakit.

Kita memang ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri. Kita harus saling mengasihi dengan sesama Muslim, termasuk saat ada orang yang sedang sakit. Kita sangat dianjurkan untuk menjenguk dan mendoakan orang tersebut agar segera sembuh. Doa yang mengandung kebaikan seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi juga bagi kita sendiri.

Hal yang tak kalah penting adalah adab saat menjenguk orang sakit. Karena kita mengunjungi orang yang sedang ditimpa ujian, maka kita harus mengedepankan sikap sopan santun. Kita harus jadi Muslim yang baik dengan memanjatkan doa untuk orang sakit setulus hati dan sebisa mungkin membantu meringankan beban orang tersebut.

Adab Ketika Menjenguk Orang Sakit menurut Islam

doa untuk orang sakit parah

Sakit dalam Islam adalah pertanda berkurangnya dosa orang tersebut. Ketika ada tetangga atau saudara kita yang sedang ditimpa ujian ini, kita harus menunjukkan kepedulian dan menyemangatinya. Tapi bukan berarti kita harus bersorak-sorai atau bercanda kelewat batas di depan orang sakit. Kita tetap harus mengedepankan adab sebagai seorang Muslim yaitu:

1. Memanjatkan Doa untuk Orang Sakit Biar Cepat Sembuh

Salah satu berkah tak terkira yang diterima oleh orang sakit adalah doa tulus dari orang yang menjenguknya. Kita sebagai sesama Muslim harus setulus hati mendoakan agar ia diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dan diringankan beban keluarganya. Ucapan doa untuk orang sakit adalah adab yang paling utama dalam Islam sebagaimana hadits berikut ini:

“Aku dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata; “Wahai Abu Hamzah, aku sedang menderita suatu penyakit.” Maka Anas berkata; “Maukah kamu aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah shallAllahu ‘alaihi wasallam?” dia menjawab; “Tentu.” Anas berkata; “ALLAHUMMA RABBAN NAASI MUDZHIBIL BA`SA ISYFII ANTA SYAAFI LAA SYAAFIYA ILLA ANTA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMA (Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit).”(HR Bukhari no 5301)

2. Menutup Aurat

Seorang Muslim memang tidak dilarang menjenguk saudara laki-laki atau perempuan yang sedang sakit. Tapi, kita harus tetap mengedepankan adab dengan menjaga aurat. Kita harus tetap berpakaian rapi dan syar’i sesuai ketentuan Islam. Baik yang menjenguk ataupun dijenguk harus tetap menutup aurat.

Jika Anda sedang menjenguk orang yang sakit, berikan ia kesempatan lebih dulu untuk menutup auratnya. Pastikan ia merasa nyaman dan tidak malu dengan penampilannya. Karena sesungguhnya kewajiban menutup aurat itu melekat pada setiap Muslim dalam kondisi apapun.

3. Memberikan Semangat pada Si Sakit

Berikanlah dukungan yang positif pada orang yang sedang sakit saat menjenguknya. Buatlah ia sejenak lupa pada penyakitnya. Jangan sampai saat kita menjenguk orang sakit, kita justru menakut-nakuti ia dengan banyak pemikiran negatif. Bimbinglah orang yang sakit agar bisa selalu berfikir positif menuju kesembuhan.

4. Tunjukkan Kepedulian Kita

Saat menjenguk saudara atau tetangga yang sedang sakit, pastikan kita selalu menunjukkan kepedulian. Tanyakan tentang bagian mana yang sakit, bagaimana kondisinya hari ini, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan simpati kita pada orang yang sakit.

Tapi jika orang yang sakit memilih untuk tidak menceritakan kondisinya karena alasan privasi, kita harus sepenuhnya menghormati. Kita tidak boleh bertanya terlalu jauh sampai menyinggung masalah yang privat. Kita bisa menunjukkan kepedulian dengan cara yang lain.

5. Memberikan Apa yang Diinginkan Si Sakit

Dalam Kitab Sunan Ibn Majah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menjenguk seorang lelaki muda. Kemudian Nabi Muhammad SAW bertanya “Apakah engkau menginginkan sesuatu? Mau kue?” lelaki itu menjawab “Ya”. Rasul SAW pun mencarikan kue untuknya.”

Sebisa mungkin, kita harus menanyakan apa yang sedang diinginkan oleh si sakit. Jika kita bisa mewujudkannya, sebaiknya diwujudkan. Tentunya kita bisa mewujudkan keinginan orang yang sakit asalkan tidak aneh-aneh dan bisa kita jangkau. Biasanya orang yang sakit hanya menginginkan hal-hal sederhana seperti makanan favorit, minuman, dan lain sebagainya.

6. Menasehatinya untuk Tidak Berharap Kematian

Saat kita menjenguk orang yang sedang sakit parah, kita sering mendengar keluarga atau pasien yang sudah putus asa. Nasehati dan berikan mereka semangat agar jangan sampai menyerah pada penyakitnya. Jangan sampai mereka berharap kematian karena semua itu adalah kuasa Allah SWT.

Berikan doa untuk orang sakit parah dengan tulus. Terus semangati mereka agar berfikir positif, terutama kepada Allah SWT. Karena kematian adalah takdir yang hanya Allah SWT yang mengetahui kapan akan tiba. Kita sebagai manusia tidak bisa menebak atau meminta kematian, meskipun kondisi kita sedang sakit parah.

7. Memberikan Nasehat yang Baik

Saat orang yang sakit tersebut mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya, hiburlah mereka. ingatkan mereka bahwa rasa sakit yang sedang mereka rasakan adalah bentuk kecintaan Allah SWT kepada orang tersebut. Katakan padanya bahwa rasa sakit yang dirasakan saat ini adalah pengurang bagi dosa kita di masa lalu.

8. Membawa Oleh-Oleh

Meskipun tidak mewah dan mahal, kita dianjurkan untuk membawa oleh-oleh pada orang yang sakit. Oleh-oleh yang kita bawa bisa membuat si sakit senang dan lupa pada penyakitnya. Bawalah buah tangan sesuai dengan kemampuan ekonomi kita. Jangan memaksakan membawa buah tangan yang mahal, namun kita tidak tulus memberikannya.

Simak dan Baca Juga : Doa Untuk Suami

Doa Untuk Orang Sakit

doa untuk orang sakit sesuai sunnah

Kita sudah tahu bahwa adab paling utama saat menjenguk orang yang sedang sakit adalah mendoakannya. Kita harus mengucapkan doa kesembuhan untuk orang sakit. Tapi bagaimana doa yang benar menurut Islam?

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit Latin

“Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu, Wa Antas Syaafii, Laa Syifaa-a Illa Syifaauka, Syifaa-An Laa Yughaadiru Saqomaa”.

Arti Doa Untuk Orang Sakit

“Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha menyembuhkan. Taka da kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR.Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya).

1. Doa Umum untuk Orang Sakit

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering mendoakan kesembuhan keluarga dan sahabatnya dengan berbagai doa. Nabi Muhammad SAW sering mengucapkan doa untuk orang sakit sesuai dengan kondisi mereka seperti:

a. Doa untuk Orang Sakit

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya :
Aku memohon kesembuhan kepada Allah yang paling Agung, Tuhan yang Megah akan menyembuhkanmu.

b. Doa Ruqyah untuk Orang Sakit

Di dalam riwayat lainnya Rasulullah juga membacakan doa kesembuhan untuk meruqyah salah satu sahabatnya. Berikut ini doanya:

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya :

Tuhan seluruh manusia, sapukanlah seluruh penyakit ini. Karena hanya ditangan-Mu lah segala penyembuhan ini berada. Dan tidak ada yang mampu mengangkatnya kecuali Engkau.

c. Doa dengan Menyebutkan Nama Si Sakit

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan.

Artinya :
Tuhanku, mohon sembuhkanlah (Nama orang yang sakit). Tuhanku sembuhkanlah (Nama orang yang sakit). Tuhanku tolong sembuhkanlah (Nama orang yang sakit).

Lafal doa tersebut dapat diucapkan sebagai alternatif, untuk jenis penyakit apapun.

2. Doa untuk Orang Sakit Gigi

Setiap penyakit yang diberikan oleh Allah SWT pasti ada obatnya. Begitu juga dengan sakit gigi yang bagi sebagian besar orang terasa sangat menyiksa. Lantas, kita dianjurkan untuk memanjatkan doa berikut ini ketika menjenguk orang yang sedang sakit gigi :

3. Doa untuk Orang Sakit Perempuan atau Laki-Laki

Kita pasti pernah mendengar ucapan “syafakillah” dan “syafakAllah”. Tapi masih banyak Muslim yang belum tahu perbedaan 2 kata tersebut. Bahkan kita sering kali keliru dalam menggunakannya. Ucapan tersebut adalah doa memohon kesembuhan bagi orang yang sedang sakit. Hanya saja digunakan untuk 2 jenis kelamin yang berbeda.

Ucapan “syafakillah” diucapkan jika orang yang sakit adalah perempuan. Sedangkan ucapan “syafakAllah” diucapkan untuk laki-laki yang sedang sakit. Tapi sebenarnya 2 ucapan ini mengandung pengertian yang sama. Artinya “semoga Allah memberikan kesembuhan padamu.”

Anjuran untuk Menjenguk Orang Sakit

Sebagai sesama Muslim, kita harus menjaga silaturrahmi. Salah satu wujud kepedulian kita pada sesama Muslim adalah dengan menjenguk orang yang sedang sakit. Saling menjenguk ketika seorang Muslim sedang ditimpa kesusahan berupa penyakit adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Baik seseorang tersebut sedang sakit ringan atau berat.

Anjuran ini bahkan ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk saling peduli dengan sesama. Ada 6 hak yang ada pada diri seorang Muslim pada Muslim lainnya seperti dalam hadits berikut:

Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:

(1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,
(2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
(3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
(4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka doakanlah ia dengan YarhamukAllah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),
(5) jika ia sakit maka jenguklah dan
(6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”. (HR. Muslim, no. 2162).

Menjenguk orang yang sakit adalah kewajiban kita sebagai pihak yang sehat. Pihak yang sedang sakit memiliki hak untuk dijenguk oleh saudara sesama Muslim. Apalagi jika orang yang sakit tersebut membutuhkan bantuan dana dan dukungan. Kita sebagai sesama Muslim harus ikhlas memberikan bantuan semampu kita. Bantuan dana ataupun tenaga kepada orang yang sakit adalah sedekah.

Simak dan Baca Juga : Doa Takziah

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang yang sedang sakit adalah sebagian bentuk ibadah. Kita bukan hanya ikut memberikan doa untuk orang sakit sesuai sunnah. Tapi kita sendiri juga akan mendapat pahala dari amalan ini. Lalu, apa saja keutamaan menjenguk orang sakit dalam Islam?

1. Bagai di Kebun Surga

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa siapa saja yang mau menjenguk orang sakit, maka ia akan senantiasa berada di kebun surga. Hadits ini tertuang dalam H.R. Muslim sebagai berikut:

Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali. (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa dengan menjenguk orang yang sedang sakit, maka hidup kita akan penuh dengan pahala. Selama kita berada di dunia, kita akan terus memetik pahala tersebut. Semakin rajin kita menjenguk orang yang sedang sakit, tentunya buah pahala akan semakin banyak yang bisa dipetik.

2. Dijanjikan Pahala oleh Allah SWT

Allah SWT selalu bersama dengan orang yang sakit. Saat kita menjenguknya, maka itu tak lain adalah bentuk ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena kita terus menjaga hubungan baik dengan sesama saudara Muslim, maka Allah SWT menjanjikan pahala berlimpah bagi kita.

3. Mendapatkan Doa dari Malaikat

Ada hadits yang menjelaskan bahwa kita akan didoakan oleh malaikat Allah SWT jika mau menjenguk orang yang sakit. Para malaikat akan memohonkan ampun atas dosa-dosa kita di masa lalu saat kita mau menjenguk orang sakit dan mendoakannya setulus hati.

Hal ini diriwayatkan dalam hadits dari H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Abu Dawud yang artinya :

“Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari.”

4. Waktu untuk Bersyukur

Saat kita menjenguk orang yang sedang sakit, otomatis pikiran kita akan langsung mengingat berkah dari Allah SWT. Beruntungnya kita saat ini yang masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga kita masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Kesehatan memang sering dilupakan sebagai sebuah rezeki. Banyak orang yang beranggapan bahwa rezeki hanya dalam wujud uang dan kekayaan duniawi semata. Kita baru sadar bahwa kesehatan adalah rezeki yang sangat berharga dari Allah SWT saat kita jatuh sakit. Karena itulah, menjenguk orang yang sedang sakit akan mengingatkan kita untuk kembali bersyukur.

Saat pagi hari, selepas sholat dhuha, jangan lupa untuk memanjatkan syukur kepada Allah SWT. Ucapkan doa pagi hari sebagai bentuk rasa syukur karena kita masih diberikan kesehatan. Jangan lupa juga untuk selalu mendoakan kesembuhan bagi orang yang sakit selepas kita sholat.

5. Ingat pada Akhirat

Dunia yang super sibuk ini membuat kita lupa pada akhirat. Kita sibuk bekerja seolah-olah kita akan hidup selama-lamanya di dunia. Kita sibuk menumpuk kekayaan demi hidup sejahtera di dunia. Saat kita menjenguk orang yang sedang sakit, kita diingatkan kembali bahwa nanti semua orang pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Doa untuk orang sakit sebenarnya adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada orang tersebut. Siapa tahu dengan doa kita, orang tersebut akan diangkat penyakitnya oleh Allah SWT. Ingin pengetahuan lebih? Baca juga doa nurbuat yang bisa dipanjatkan agar kita selalu dikasihi oleh sesama umat.

Tinggalkan komentar

Tentang | Privasi | Penulsi | Kontak