Pengertian Skala Likert (Likert Scale) Rumus dan Cara Menghitungnya

Salah satu cara untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam sebuah penelitian adalah dengan menggunakan survei. Biasanya responden tinggal mengisi kuisioner yang telah dibuat sebelumnya. Untuk mempermudah penilaian sering kali menggunakan skala likert. Apa pengertian skala likert?

Masalah sering muncul saat membuat formulir kuesioner, sebab data yang diperoleh berupa data kualitatif sehingga sulit diolah. Oleh karena itu, skala likert hadir untuk menghasilkan data yang berupa kuantitatif sehingga memudahkan saat pengolahannya.

Pengertian Skala Likert

Skala likert adalah skala yang digunakan dalam penelitian ilmiah untuk bisa menilai sikap maupun pendapat dari seseorang. Sebab, respon berupa pendapat akan menghasilkan data kualitatif yang sangat sulit untuk diolah. Tapi dengan skala likert, perhitungan statistik menjadi mungkin untuk dilakukan.

Likert sendiri merupakan seorang ahli psikologi asal Amerika yang menemukan metode ini. Berkat jasa Likert yang menemukan cara menghitung hasil angket, banyak penelitian yang berhubungan dengan sosial humaniora menjadi lebih mudah.

Bentuk-Bentuk Skala Likert

Terdapat cukup banyak skala pengukuran yang sudah dikembangkan, salah satunya adalah skala pengukuran likert. Lalu, apa ada bentuk skala pengukuran lainnya? Jawabannya ada cukup banyak skala pengukuran dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya.

1. Skala Likert

Skala likert menurut para ahli adalah skala yang dipergunakan untuk mengukur sikap maupun pendapat orang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial yang terjadi.

2. Skala Guttman

Skala guttman berisi jawaban yang lebih tegas dan hitam putih. Mengolah data dengan jenis seperti ini memang lebih mudah. Akan tetapi, pada beberapa kasus, bias yang terjadi terlalu tinggi.

3. Semantik Diferensial

Semantik diferensial bentuknya tidak jauh berbeda dengan likert. Perbedaannya hanya terletak pada cara mengisi kuesionernya. Pada semantik diferensial, jawaban dibuat menggunakan garis kontinu dimana semakin ke kanan merupakan jawaban yang lebih positif. Begitu pula sebaliknya.

Akibatnya, apabila menggunakan bentuk skala ini tidak dapat memakai diagram histogram untuk membuatnya. Sehingga, cara membuat histogram juga penting untuk dipelajari.

4. Rating Scale

Rating scale sering kali ditemukan pada aplikasi maupun produk yang dijual pada marketplace. Penggunaan rating dipilih karena jauh lebih fleksibel dibandingkan skala lainnya.

5. Skala Thurstone

Skala thurstone juga dipergunakan untuk mengukur sikap dan pendapat. Akan tetapi, teori yang digunakan jauh lebih kompleks dari teori Likert. Tapi, algoritmanya sendiri cukup mudah dipahami dan dijalankan.

Prosedur dan Cara Membuat Skala Likert

Penggunaan likert sangat memudahkan pengambilan data, mengolah data, skoring, analisis, dan penarikan kesimpulan. Sebelum melakukan perhitungan skala likert bahkan penarikan kesimpulan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat kuesionernya dahulu.

  • Mengumpulkan banyak item yang relevan dengan topikuji hipotesis
  • Mengajukan item pada responden
  • Mengambil penilaian responden, baik yang positif maupun negatif
  • Membuat analisis dengan melakukan perhitungan skala likert menggunakan rumus skala likert
  • Menarik kesimpulan.

Langkah Analisis dan Contohnya

Contoh Skala Likert

Untuk lebih mudah memahami metode likert, sangat disarankan untuk membaca contoh kuesioner likert berikut ini:

Contoh Kuesioner Skala Likert

Langkah Analisis

  • Mengumpulkan data menggunakan kuesioner seperti contoh di atas
  • Menentukan skala Likert 1-5 dari tabel skala likert yang sudah ada

Menjumlahkan data sesuai dengan variabel jawaban dari responden.

Contoh:

SS = 30 orang
S = 20 orang
RG = 10 orang
TS = 25 orang
STS = 15 orang

  • Membuat perhitungan skala Likert sesuai variabel yang ada
  • Menentukan skor maksimum dan minimum

Skor Maksimum = 5 x 100 = 500 poin
Skor Minimum = 1 x 100 = 100 poin

  • Menghitung persentase skala likert dalam penelitian

Indeks Persentase = 325/ 500 x 100%
= 65%

  • Menentukan interval menggunakan rumus interval skala likert

  • Menarik kesimpulan

Kesimpulan penelitian yang diolah memakai cara menghitung skala likert adalah “Setuju” dengan indeks persentase 65%. Perbedaan contoh penelitian ini dari penelitian ilmiah lainnya adalah tidak menggunakan statistika yang rumit, sehingga tidak memerlukan uji hipotesis.

Keunggulan dan Kelemahan Skala Likert

Keunggulan

  • Perbedaan angket dan skala likert bisa ditoleransi
  • Mudah menyusun pertanyaan
  • Cara menghitung kuesioner secara manual mudah dilakukan
  • Mudah dalam memberikan penafsiran
  • Proses pengisian cepat

Kelemahan

  • Bobot setiap pertanyaan dianggap sama
  • Mudah terjadi bias pada saat pengisian formulir
  • Sulit menggambarkan ekspektasi dari responden

Dari pengertian skala likert di atas, dapat diketahui bahwa skala likert digunakan untuk mengukur sikap maupun pandangan seseorang terhadap suatu fenomena sosial. Sayangnya, skala ini mudah terjadi bias dan sulit menggambarkan perbedaan antara setiap data responden.

Leave a Comment